{{ message }}

Kasus Penyelenggara Pemilu, Caleg DPR RI Kena 'Goreng'

Rabu, 28 Nopember 2018 - 07:32:35 AM | 233 | Pileg

Kasus Penyelenggara Pemilu, Caleg DPR RI Kena 'Goreng'
Imer Darius, caleg DPR RI Lampung Satu

INILAMPUNG.Com -- Pertaruangan antar calon anggota legislatif mulai sengit. Cara bermain "politik kotor" dengan memanfaatkan lembaga pemilu PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) nampak dilapangan. Untungnya, KPU Provinsi Lampung mendengar itu dan bertindak tegas.

Sejumlah PPK yang selama ini telah dicurigai tidak netral dalam memperlakukan calon anggota legislatif (caleg), dipanggil dan sudah dipleno-kan untuk diberikan sangsi.

Komisioner KPU Lampung Devisi Hukum M. Tio Aliansyah, usai melakukan klarifikasi terhadap PPK tersebut, Selasa (27/11), mengaku telah melakukan klarfikasi, terhadap tujuh kecamatan diamana ada isu kinerja PPK menyalahi aturan.

Semua ada tujuh kecamatan. Dugaan sementara mereka terlibat dalam memberikan dukungan dan memobilisasi masyarakat untuk calon anggota DPR RI.

PPK yang dipanggil yakni, Kecamatan Rajabasa, Sidomulyo, Candipuro, Katibung, Palas, Seragi dan Ketapang.

Jika terbukti memberikan dukungan ke caleg tertentu, dia menegaskan, PPK tersebut akan dipecat dan dilaporkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).

"Kalau terbukti, akan kita rekomendasikan ke DKPP untuk diberhentikan. Termasuk juga, oknum anggota KPU Lampung Selatan, kalau memang terlibat," tegasnya.

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Rajabasa Lampung Selatan, telah mengumumkan adanya penyelenggara pemilu kecamatan memberikan (memobilisasi massa) dukungan kepada Imer Darius, calon anggota DPR RI dari partai Demokrat.

Sementara pihak penyelenggara pemilu yang terkena sanksi adalah: PPS Kotaguring Andi Wahyudi, Ketua PPS Waymuli Nasrultani.

Ketua PPS Banding Koharuddin, ketua PPS Kerinjing Aminudin dan Ketua PPK Rajabasa Nasrul Musa.


Imer Membantah

Imer Darius, Caleg Partai Demokrat DPR RI dapil Lampung Satu membantah tudingan  melibatkan (pengkondisikan) Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Lampung Selatan (Lamsel) untuk mendukungnya.

Nggak ada, nggak ada bohong itu. Ada yang ngegoreng itu. Kamu orang (wartawan) masuk gorengannya juga tah,” kata Imer seperti menyindir beberapa media.

Imer seperti ditulis Radarlampung.co.id, Selasa (27/11), selain membantah justru hendak melaporkan balik ke polisi. Imer merasa hal tersebut telah mencermarkan nama baiknya. “Justru saya mau laporin balik, itu pencemaran nama baik itu,” ujar Wakil Ketua DPRD Lampung itu.

Imer juga membantah telah melibatkan penyelenggara pemilu dalam pembentukan tim kampanyenya. Bukti foto dan dokumentasi pada saat membentuk tim pemenangannya di sejumlah daerah, kata Imer cukup lengkap sehingga ia merasa tidak salah. (*)

 

*/dbs/inilampung.com)





BERITA LAINNYA

Terpopuler