{{ message }}

Indonesia-Malaysia Terpisah karena Penjajah

Selasa, 13 Nopember 2018 - 12:52:50 PM | 487 | Seni & Budaya

Indonesia-Malaysia Terpisah karena Penjajah
Konsul Jenderal RI Krisnha Djelani. (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Konsul Jenderal RI Krisnha Djelani berharap hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia berlangsung harmonis tak henti-henti.

Krisnha mengatakan itu pada sambutan peluncuran buku puisi esai Indonesia-Malaysia "Kemilau Satu Langit" atas gagasan Deny JA, di Hotel Shangri-La, Kota Kinabalu, Selasa (13/11/18).

Konjen RI di Sabah, Krisnha Djelani, meyambut baik hubungan sastra kedua negara melalui puisi esai ini. Karena itu, silaturahmi budaya ini tetap berlanjut.


Sementara Menteri Pelajaran dan Inovasi Negeri Sabah YB Datuk Dr Yusof Yacob mengatakan, sebenarnya serumpun. Hanya yang memisahkan adalah karena air dan kenegaraan.

"Kita terpisah-pisah karena penjajahan," ujar dia.

Ia melihat kesamaan antarserumpun, kemungkinan saja kelak bisa bersatu. "Siapa tahu, sebagaimana Jerman Barat dan Jerman Timur," ucapnya.

Yusof menyambut penerbitan buku puisi esai ini sebagai pengamatan batin Indonesia dan Malaysia. Oleh sebab itu, hendaknya dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

Selain peluncuran buku, juga diluncurkan Sayembara Penulisan Puisi Esai se ASEAN.

Sebelumnya Presiden Badan Bahasa dan Sastra Sabah Datuk Jasni Matlani mengelukan peluncuran buku puisi esai.

Sedangkan Fatim Hamama dari Komunitas Puisi Esai Indonesia menegaskan, politik menceraiberaikan bangsa namun sastra/budaya yang menyatukan.

Buku puisi Esai Indonsia-Malaysia "Kemilau Satu Langit" ini menghimpun penyair D. Kemalawati, Dhenok Kristianti, Fanny J Poyk, Fatin Hamama R Syam,,Heri Mulyadi, Isbedy Stiawan ZS.

Lalu dari Malaysia adalah Abd. Karim Gulllam, Hasyuda Abadi, Jasni Matlani, Juri Durabi, Mohd Jasni Yakub, dan Siti Rahmah G Haji Ibrahim. (ilc-3/inilampung.com).



Terpopuler