{{ message }}

Hari Wayang Sedunia, Semar Mbangun Khayangan di Pringsewu

Kamis, 8 Nopember 2018 - 12:32:36 PM | 268 |

Hari Wayang Sedunia, Semar Mbangun Khayangan di Pringsewu
H. Fauzi menyerahkan wayang kulit Ki Semar kepada Ki Dalang Kecuk Susilo. (inilampung.com/tyo).

INILAMPUNG.COM - Memperingati Hari Wayang Sedunia 2018, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Khayangan.

Partunjukkan selama suntuk yang berlangsung di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Rabu (7/11/18). Mengawali pertunjukkan, Wakil Bupati Pringsewu H.Fauzi menyerahkan wayang kulit Ki Semar kepada Ki Dalang Kecuk Susilo.

Hadir pada pertunjukkan itu, Ketua Persatuan Pedalangan lndonesia (Pepadi) Provinsi Lampung Hi.Sugeng P. Hariyanto, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu H.Heri lswahyudi, Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Pringsewu H.lbnu Harjianto, camat serta para penikmat kesenian wayang kulit.

Menurut Fauzi kesenian wayang harus dilestarikan sebagai kekayaan budaya bangsa. Kisah-kisah dalam pertunjukan wayang, mengandung nilai-nilai kehidupan luhur yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter bangsa.

Dunia juga menghargai wayang. Unerco pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai Masterpiece of Oral and lntangible Heritage of Humanity atau warisan maha karya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur asli Indonesia.

Sejak itu, setiap tanggal 7 November diperingati sebagai Hari Wayang Sedunia. "Wayang bukan hanya menjadi milik lndonesia saja, namun telah diakui dan juga menjadi milik dunia," paparnya.

Upaya pelestarian yang lebih intens terhadap seni budaya, akan terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu, sebagai bagian dari program pembangunan kebudayaan nasional.

Fauzi mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadikan wayang sebagai aset budaya bangsa yang dapat mendukung upaya peningkatan aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

"Aktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui wayang, adalah dalam upaya untuk membangun bangsa yang berkepribadian agar mampu hidup dengan berbudi luhur dan menjadi manusia yang bermartabat,” imbuhnya.

Sedang Sugeng P. Hariyanto mengatakan, Kabupaten Pringsewu merupakan satu-satunya daerah di Lampung, yang sudah dua kali menggelar peringatan Hari Wayang Sedunia 2018.

Menurut Heri Iswahyudi, pertunjukan wayang kulit, selain untuk memeriahkan Hari Wayang Sedunia, juga untuk melestarikan seni budaya bangsa, disamping itu juga turut memberikan hiburan bagi masyarakat.

"Setidaknya pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini dapat memberikan hiburan kepada masyarakat serta mempertahankan warisan kebudayaan asli Indonesia," imbuh Heri Iswahyudi. (tyo/inilampung.com).



Terpopuler