{{ message }}

Usia bukan Penghalang Fauzan 'Lompat' ke Nasdem

Senin, 8 Oktober 2018 - 09:31:06 AM | 473 | Pileg

Usia bukan Penghalang Fauzan 'Lompat' ke Nasdem
H Fauzan Sya`i. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - H. Fauzan Sya'i adalah bekas anggota DPR komisi II dari fraksi PAN. Fauzan lahir di Bandarlampung, 8 Agustus 1953. Selain anggota DPR, dia pernah dua kali kalah dalam pemilihan Bupati Tanggamus.

Dia termasuk mantan pejabat yang "nekat" dan bersemangat untuk bisa mengabdi. Baik di pemerintahan maupun wakil rakyat.  Tahun 2002-2007, dia menjadi Bupati Tanggamus. Setelah itu, menjadi anggota DPR RI lewat pintu Partai Amanat Nasional (PAN). 

Setelah tidak menjadi anggota DPR RI, dia lalu kembali bersaing di Pilbup Tanggamus. Namun, dua kali maju, dua kali pula dia kalah.

Fauzan Syai, dan Amrulloh (anak kandungnya) yang juga ketua Nasdem Tanggamus.(net/inilampung.com) 

Kalah bersaing di pemilihan Bupati Tanggamus, tak menyurutkan langkah Fauzan untuk tetap aktif di politik. Hal ini ditunjukkan dengan maju sebagai anggota DPRD RI pada pemilu legislatif 2019. Dia tercatat di daerah pemilihan Lampung II nomor urut 5. Kali ini, Fauzan tak lagi bersama PAN, tetapi bergabung dengan Partai Nasdem.

"Saya memutuskan maju dalam pileg 2019. Ini saya lakukan kedua kalinya untuk melanjutkan program yang pernah tertunda," begitu alasan Fauzan maju kembali sebagai calon DPR RI.

Semula dia mengaku enggan untuk maju kembali di pemilu legislatif, mengingat banyak generasi yang lebih berbakat dalam rangka penyampaian aspirasi warga Lampung.

Bahkan, dia sempat berfikir ingin pensiun dari panggung politik. "Sebenarnya saya sudah mau pensiun dalam perpolitikan, karena banyak yang muda-muda untuk berkarya."

Namun, setelah mendekati tahun Pileg 2019 ini, ia kembali merasa terpanggil kembali untuk mengawal semua pembangunan di Lampung ini, terutama di Kabupaten Tanggamus.

Niat dan tujuannya kembali ke panggung senayan, semata-mata untuk mengabdi. Pembangunan karakter perlu dilakukan.

Dimana, kegiatan Pileg ini dalam pelaksanaannya masyarakat dapat memilih calonnya sesuai dengan hati nurani, bukan berdasar pada amplop atau uang yang diberikan oleh para calon legislatif itu. (*/IL2/inilampung)





BERITA LAINNYA

Terpopuler