{{ message }}

Perubahan Iklim Global Terjadi Sangat Cepat di Luar Perkiraan

Senin, 8 Oktober 2018 - 08:57:26 AM | 223 | Seni & Budaya

Perubahan Iklim Global Terjadi Sangat Cepat di Luar Perkiraan
ilustrasi

INILAMPUNG.COM - Sebuah laporan penting dirilis Minggu (7/10/2018) dari kelompok perubahan iklim top dunia. Disebutkan bahwa perubahan terjadi sangat cepat, luas dan belum pernah terjadi sebelumnya di semua aspek kehidupan masyarakat. Dan diperlukan upaya serius untuk menangkal dampak terburuk pemanasan global.

Laporan dirilis di Korea Selatan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mengatakan bahwa ekonomi dunia harus dengan cepat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Pada saat sama secara dramatis meningkatkan penggunaan energi bersih dan efisien.

Transisi ini harus dimulai sekarang dan berjalan dengan baik dalam 20 tahun ke depan. Tujuannya untuk membatasi pemanasan global pada 1,5 Celsius di atas tingkat pra-industri, yang dikatakan kelompok itu mungkin terbukti hampir tidak mungkin kecuali tindakan cepat diambil.


Membatasi pemanasan ke tingkat itu akan secara signifikan mengurangi risiko dampak iklim seperti kelangkaan air, banjir dan kekeringan, panas ekstrem, siklon tropis, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kenaikan permukaan laut, kata laporan itu, dikutip Senin (8/10/2810).

Pemanasan global alias perubahan iklim disebabkan pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, gas dan batu bara yang melepaskan gas rumah kaca seperti karbondioksida, yang telah menghangatkan planet ini ke tingkat yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab alami.

"Laporan ini menunjukkan makin lama kita menunggu, makin sulit, mahal dan makin berbahaya," kata Bill Hare, fisikawan grup nirlaba Climate Analytics.

Pemerintah dunia meminta laporan disiapkan setelah Perjanjian Paris diadopsi bulan Desember 2015 untuk memerangi perubahan iklim. Negara-negara sepakat mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menahan peningkatan suhu rata-rata global ke bawah 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri dan bertujuan membatasi peningkatan hingga 1,5 Celcius.

"Bagi beberapa orang ini adalah situasi hidup atau mati, tanpa diragukan lagi," kata ilmuwan iklim Cornell University, Natalie Mahowald, peneliti laporan tersebut.

Menghentikan pemanasan global berarti setengah dari banyak orang di Bumi akan menderita kekurangan air. Dan akan ada lebih sedikit kematian dan penyakit akibat panas, asap dan penyakit menular, menurut laporan itu. (aja/inilampung.com)



Terpopuler