{{ message }}

Pengelolaan Alsintan dengan Konsep Brigade Belum Maksimal

Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:11:55 PM | 407 | Bisnis

Pengelolaan Alsintan dengan Konsep Brigade Belum Maksimal
Pelatihan alsintan. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan pemerintah, pemanfatannya belum maksimal. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penerima bantuan alsintan.

Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Andi Nur Alam Syah, menyebutkan pemerintah dalam lima tahun terakhir menyalurkan sekitar 500 ribu unit alsintan berbagai jenis.

Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), perguruan tinggi serta instansi auditor, pemanfaatan bantuan alsintan ini pada umumnya belum optimal.


Andi Nur Alam mengungkapkan, belum optimalnya pemanfaatan ini bisa dilihat dari pengelolaan alsintan oleh poktan/gapoktan yang belum seluruhnya melalui UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan) dan cenderung memanfaatkan alsintan secara individu.

Pengelolaan dan pemanfaatan alsintan dengan konsep brigade belum dilaksanakan sepenuhnya baik oleh Dinas Pertanian, Unit kerja Korem/Kodim maupun UPJA.

Terbukti dengan pemanfaatan alsintan yang belum menggerakkan semua alsintan yang ada di masing-masing wilayah secara serempak.

“Kondisi ini mengakibatkan kinerja alsintan dibawah kapasitas kerjanya dan masih terbatas pada permodalan poktan/gapoktan, yang akhirnya menyulitkan dalam perawatan dan pengelolaan alsintan secara berkelanjutan,” jelasnya dalam siaran pers kepada inilamung.com, Rabu, 10 Oktober 2018.

Semntara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Pending Dadih Permana saat membuka Pelatihan Alsintan pada 7-12 Oktober 2018 di BBP Mektan, Serpong mengungkapkan, pemahaman pertanian modern berbasis mekanisasi dengan menerapkan teknologi digital farming yang dikelola dalam sistem korporasi lahan usaha pertanian, perlu terus diperluas.

Kementan berupaya melakukan percepatan terwujudnya pertanian modern di Indonesia. Untuk itu telah dilakukan berbagai program antara lain bantuan alsintan, saprotan, asuransi, sarana prasarana irigasi, optimasi lahan dan konsolidasi lahan serta pelatihan teknis dan manajerial untuk usahatani yang menguntungkan. Bantuan tersebut diberikan kepada petani yang mempunyai lahan garapan sehamparan.

Melalui model pertanian modern berbasis mekanisasi yang dikawal intensif dari perguruan tinggi bersama Dinas Pertanian Kabupaten setempat diharapkan dapat mengakselerasi transformasi teknologi di bidang alsintan maupun layanan jasa alsintan yang transparan dan akuntabel menggunakan sistem digital.

Diharapkan, ke depan, dengan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi dapat dikembangkan ke daerah lainnya baik secara mandiri oleh Dinas Pertanian ataupun oleh Poktan/Gapoktan/ kelembagaan tani lainnya.

Pelatihan kali ini diikuti 28 peserta, perwakilan dari UPJA, Perteta (Perhimpunan Teknik Pertanian), dan Dinas Pertanian dari wilayah Konawe Selatan dan Palembang. (red/inilamung.com).



Terpopuler