{{ message }}

Palsu, Museum Tarik Lima Fragmen Gulungan Laut Mati

Selasa, 23 Oktober 2018 - 11:15:33 AM | 661 | Seni & Budaya

Palsu, Museum Tarik Lima Fragmen Gulungan Laut Mati

 

INILAMPUNG.COM - Museum Alkitab di Washington, D.C., Amerika Serikat menarik lima fragmen yang dianggapnya bagian dari Gulungan Laut Mati setelah tes laboratorium menunjukkan bisa palsu. Pihak museum dalam sebuah pernyataan, Senin (22/10/2018), mengatakan, mengirim serpihan untuk diuji coba di laboratorium Jerman pada April 2017. Setelah diteliti lima fragmen menunjukkan karakteristik tidak konsisten dengan yang aslinya.

"Meskipun kami berharap pengujian memberikan hasil berbeda, ini kesempatan mendidik masyarakat pentingnya memverifikasi keaslian artefak Alkitab yang langka," kata Jeffrey Kloha, kepala kuratorial museum, dikutip Selasa (23/10/2018).

Lima artefak ditarik dari layar dan akan diganti dengan tiga potongan lainnya, kata museum. Temuan ini menambah dua penelitian lain dari koleksi Gulungan Laut Mati yang terdiri dari 16 bagian.


Untuk penelitian terbaru, Institut Federal Jerman untuk Riset dan Pengujian Bahan memuat "analisis material dari tinta, lapisan sedimen dan sifat kimia dari sedimen" dari lima gulungan dan menyimpulkan potongan itu mungkin tidak asli.

"Museum ini terus mendukung dan mendorong penelitian objek-objek ini dan koleksi lainnya. Kami ingin memastikan pameran menyajikan informasi paling akurat dan diperbarui," kata Kloha.

Museum senilai 500 juta dolar AS ini sebelumnya mendapat kritikan sejak dibuka. Pendirinya, Steve Green, seorang miliarder dikabarkan membeli ribuan artefak selundupan dari Irak tahun 2010. (aja/inilampung.com)

 



Terpopuler