{{ message }}

Kejagung Minta Bantuan KPK Tangkap Alay dan Satono

Senin, 8 Oktober 2018 - 04:26:09 AM | 450 | Hukum

Kejagung Minta Bantuan KPK Tangkap Alay dan Satono
Sugiharto Wiharjo alias Alay Sendok (net/inilampung.com)

INILAMPUNG.COM -- 13 buron kasus korupsi Lampung belum ditangkap. Kejagung RI meminta bantuan KPK untuk pencariannya. 

Seperti diakui Fadil Zumhana, pihak Kejagung RI tampaknya kesulitan dalam pengejaran para buronan kasus Lampung. Mereka melarikan diri , bahkan ada yang kabur dari penjara sejak lima tahun belakangan.

"Kami sudah minta bantuan ke KPK untuk mencari buronan itu," kata Fadil Zumhana, Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus) Kejagung, dalam jumpa pers, di Bandar Lampung, Senin.

Data yang diterima Kejagung, kini ada 23 buron kasus korupsi, 10 orang telah ditangkap. Sisanya, tinggal 13 orang lagi. Dan, dari 13 buronan Kejati Lampung, itu dua diantaranya merupakan yang paling licin untuk ditangkap. 

Sugiharto Wiharjo alias Alay Sendok (pemilik bank Tripanca), dan Satono, mantan Bupati Lampung Timur. Polisi menyatakan buron sejak 2008. (surat DPO No.POLDPO/46/XI/2008/DITERSKRIM tertanggal 29 November 2008.)

Padahal, pihak MA, sudah menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada Alay Sendok, dengan tuduhan korupsi uang negara Rp108 miliar.

Sugiarto Wiharjo alias Alay dan mantan Bupati Lampung Timur (Lamtim) Satono. Dimana Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis 18 tahun penjara untuk Alay terkait kasus korupsi APBD Lamtim senilai Rp108 miliar.

Sedang Satono, diganjar 15 tahun penjara atau 3 tahun lebih lama dari tuntutan jaksa. Satono pandai memainkan "dalang wayang kulit" itu terbukti membobol kas APBD Lamtim sebesar Rp119 miliar.

Di Lampung kini sedang ada kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, di Hotel Novotel Lampung. (dbs/IL-2/inilampung.com)

 

  • BIODATA

    Nama: Sugiarto Wiharjo (panggilan Om Lay)
  • Lahir: Malang, Jawa Timur, 19 Desember 1953
    Agama: Konghucu
    Istri: Meriana
    Anak: 1. Yurike
             2. Monica
             3. Marcella

    Pendidikan:
    1. SD Malang, 1959--1965
    2. SMP, Malang, 1965--1968
    3. SMA, Malang, 1969--1972

    Pengalaman Bisnis
    1. PT Dharmala (Divisi Agrobisnis), sebagai kepala gudang, 1972--1977
    2. CV Tripanca Group (perdagangan hasil bumi-eksportir) sekarang menjadi PT Tripanca Group
    3. PT BPR Tripanca Setiadana, komisaris utama, 1996--sekarang
    4. PT Prabu Tirta Jaya Lestari (produsen AMDK), komisaris utama, 2001--sekarang
  •  

B




BERITA LAINNYA

Terpopuler