{{ message }}

Kandidat Kepala Pekon Diduga Money Politic

Selasa, 9 Oktober 2018 - 02:16:20 AM | 546 | Politik

Kandidat Kepala Pekon Diduga Money Politic
Ilustrais. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Kandidat Kepala Pekon (desa) Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, nomor urut 2 Adek diduga melakukan politik uang (money politic). Namun yang bersangkutan menyebutnya sebagai infak.

Namun, calon kades nomor urut 2 membantah melakukan politik uang. Uang sebesar Rp1 juta yang diberikan kepada Sarmu, pimpinan kelompok pengajian, disebutnya sebagai infak.

Rudianto, Ketua BHP Pekon Srikaton mengatakan, kejadian dugaan money politic itu diketahui atas laporan warga serta laporan tertulis dari calon kakon no urut 1, Saeful Rahman.

"Sudah kami tindaklanjuti dan memanggil kedua calon untuk bermusyawarah", ucapnya kepada inilampung.com, Selasa, 9 Oktober 2018.

Sebelum kampanye dimulai, para calon melakukan kesepakatan termasuk akan menggugurkan peserta yang melakukan money politik.

Sementara Ketua Pelaksana Pilkakon Srikaton Makmuri mengaku sudah membahas persoalan di atas. "Tadi malam (Senin malam) telah kami adakan rapat membahas hal tersebut. Hari ini akan kami bawa menghadap ke Pak Camat Adiluwih untuk menyelesaikan permasalahan ini," katanya.

Saat inilampung.com menghubungi Camat Adiluwih Sutaryo, membenarkan hari ini Ketua Pelaksana Pilkakon Srikaton datang ke Kantor Camat untuk membahas hal tersebut.

"Melihat kronologis kejadian ini, memang benar telah terjadi money politik yang dilakukan calon kakon no urut 02 Adek. Itu sudah diakui oleh yang bersangkutan dengan adanya surat pernyataan bermaterai yang dibuat oleh Adek," paparnya.

Kendati demikian, Ketua Pelaksana Pemilihan Kepala Pekon Srikaton Makmuri dan Camat Adiluwih Sutaryo belum bisa memberikan jawaban tentang tindakan terhadap dugaan money politic itu.

Di tempat terpisah, Saeful Rahman menyayangkan kejadian tersebut. Dia berharap, pihak yang berwenang dalam pengawasan pelaksanaan pilkakon dapat bertindak tegas sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Saat dikonfirmasi via telfon, Adek membantah membagikan uang kepada kelompok pengajian. Namun, dia mengaku pemberian uang itu merupakan infak.

"Itu infak, silakan digunakan untuk keperluan apa saja. Tidak ada niat bagi-bagi uang, mutlak infaq untuk kelompok jamaah pengajian. Diisukan saja seolah-olah money politik, dipelintir kalimatnya seperti itu," imbuhnya.

Kasubag Pemerintahan Pekon dan Kelurahan pada Tapem Sekretariatan Pemerintah Kabupaten Pringsewu Ma'ruf mengatakan, segala persoalan pelanggaran tentang Pilkakon keputusannya sepenuhnya diserahkan ke Panitia Pilkakon dengan azas musyawarah mufakat.

"Segala bentuk pelanggaran yang dilakukan pada Pilkakon diserahkan kepada panitia, baik berupa teguran secara lisan maupun tertulis yang berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat," ucapnya. (why/inilampung.com).




BERITA LAINNYA

Terpopuler