{{ message }}

Gerakan #MeToo Dinilai Banyak Bohongnya

Senin, 8 Oktober 2018 - 09:15:40 AM | 256 | Sex & Kesehatan

Gerakan #MeToo Dinilai Banyak Bohongnya
ilustrasi

INILAMPUNG.COM - Penggagas gerakan pemberantasan pelecehan seksual, #MeToo, Rose McGowan menilai, gerakan tersebut kini menyimpang dari tujuannya. Dan banyak kebongan dari orang yang mengaku korban perkosaan atau pelecehan seksual.

McGowan (45) menyulutkan gerakan itu setahun lalu, dengan membuat catatan tuduhan penyerangan seksual produser Hollywood terkenal Harvey Weinstein. Aktris itu mengatakan Weinstein memerkosanya di kamar hotel tahun 1997.

Namun, katanya, saat ini banyak kebohongan. "Itu bohong. kebohongan untuk membantu mereka (yang mengaku korban) merasa lebih baik," kata McGowan, dilansir dari The Sunday Times, Senin (8/10/2018).


"Saya kenal orang-orang (yang dituduh pelaku) ini, saya tahu mereka sangat berhati lembut, dan selama itu berperilaku bagik," ujarnya.

McGowan mengaku karena kritikannya seperti itu kini ia dia dijauhi komunitas #MeToo.

Sejumlah pengamat dan kritikus menilai, perempuan berkulit hitam dan perempuan yang bekerja di bidang upah rendah terpinggirkan dalam gerakan itu. Wajah-wajah yang mengaku korban sering kali berkulit putih dan orang mapan. Industri paling banyak mendapat sorotan adalah Hollywood dan TV.

"Gerakan MeToo tidak bisa hanya untuk wanita yang memiliki akun Twitter," kata anggota Majelis Perwakilan California Lorena Gonzalez. (aja/inilampung.com)



Terpopuler