{{ message }}

Empati Pengguna Realitas Virtual Lebih Dalam

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:02:20 PM | 1379 | Gadget

Empati Pengguna Realitas Virtual Lebih Dalam
Alat virtual realitas

INILAMPUNG.COM - Realitas virtual (VR) dapat membuat manusia lebih memahami realitas berbeda dari mereka sendiri. Demikian sebuah studi baru. Peserta penelitian yang mencoba pengalaman VR tentang kehilangan pekerjaan dan menjadi tunawisma menunjukkan sikap empatik lebih kuat terhadap tunawisma. Berbeda dengan sikap mereka yang hanya membaca artikel tentang tunawisma.

Penemuan ini diterbitkan dalam PLOS ONE. "Pengalaman adalah apa yang mendefinisikan kita sebagai manusia," Jeremy Bailenson, salah satu peneliti dilansir dari The New York Post, Senin (22/10/2018).

Jadi, katanya, tidak mengherankan pengalaman intens dalam VR lebih berdampak daripada hanya membayangkan sesuatu.


Para pendukung realitas virtual telah lama menganjurkan manfaat VR dapat meningkatkan empati seseorang melalui kemampuan teknologi. Karena menempatkan seseorang dalam pengalaman orang lain. Tapi, itu penelitian kecil dan sampel sebagian besar terdiri mahasiswa.

Studi-studi ini juga tidak meneliti efek jangka panjang yang dapat dialami oleh pengalaman VR tentang empati.

Untuk studi terbaru, para peneliti Stanford University melakukan dua studi selama dua bulan melibatkan 560 peserta berusia 15 dan 88 tahun. Mewakili setidaknya delapan latar belakang etnis berbeda.

Para peserta yang mengalami VR “menjadi tunawisma” menunjukkan sikap positif terhadap para tunawisma. Peserta ini cenderung setuju dengan pernyataan "masyarakat tidak cukup membantu orang-orang tunawisma". Juga mereka peduli sangat banyak penderitaan tunawisma.

“Mengambil perspektif orang lain dalam VR menghasilkan lebih banyak empati dan perilaku prososial. Dibandingkan hanya membayangkan seperti apa rasanya berada dalam posisi orang lain,” kata Fernanda Herrera, peneliti studi. (aja/inilampung.com)

 



Terpopuler