{{ message }}

Elang Jawa, Maskot HPN 2019 Diluncurkan

Senin, 8 Oktober 2018 - 10:42:12 AM | 252 | Pendidikan

Elang Jawa, Maskot HPN 2019 Diluncurkan
Penandatanganan naskah kerja sama pelaksanaan HPN 2019 di Jawa Timur. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Maskot Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Jawa Timur bergambar Elang Jawa (Eja) diluncurkan pada Sabtu malam, 6 Oktober 2018 di Jakarta.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menandai peluncuran Maskot HPN 2019 dengan memencet tombol untuk membuka layar di panggung utama yag menampilkan gambar Elang Jawa memegang polpen di sayap kiri.

"Ini Elang Jawa yang hampir punah. Ada di Tahura (Taman Hutan Raya) R. Soerjo, hutan lindung milik Pemda Provinsi Jatim. Elang Jawa ini sangat cerdas karena membawa pulpen, mewakili pers nasional," kata Pakde Karwo --sapaan akbrab Soekarwo.


Pada saat bersamaan, dilakukan penandatanganan naskah kerja sama pelaksanaan HPN 2019 antara PWI dan Pemprov Jawa Timur oleh Ketua Umun PWI Atal Sembiring Depari dan Soekarwo.

Penandatanganan disaksikan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, dan penanggungjawab HPN 2019 Margiono.

Sebelum launching, berlangsung dialog terkait tema HPN 2019 yakni "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital."

Dialog dipandu Cyndy Systiarini. Cyndy membuka dialog dengan pertanyaan kepada penanggungjawab HPN Margiono.

"Apa yang menjadi pertimbangan sehingga Jawa Timur dipilih menjadi tuan rumah," tanya Cyndy.

Dengan gayanya yang khas, Margiono menyebut Jatim sangat unik. Sebelumnya, pemilihan tuan rumah untuk mengangkat potensi daerah. Seperti Nusa Tenggara Timur untuk mendorong investasi, di Padang 2018 untuk kembangkan pariwisata.

"Nah, Jatim ini unik, semuanya baik. Apalagi dipimpin Pakde Karwo. Karena itu, kami mendorong, mengembangkan, dan menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis digital," papar mantan ketum PWI itu.

"Kalau ditanya apa manfaat bagi Jatim, silakan langsung ke Pakde Karwo. Sebab, mestinya pemanfaatan digital ini tepatnya harus ke saya wartawan, bukan ke rakyat," lanjut Margiono disambut tawa audiens pula.

Cyndy lantas melempar pertanyaan kepada Pakde Karwo. "Bagaimana dengan pak gubernur sendiri terkait tema ini?" ucapnya.

Pakde Karwo sepakat dengan tema itu. Sebab, dia yakin pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis digital dapat diterapkan. Misalnya, usaha kecil dan menengah (UKM) dibuat dirumahandapat dipesan langsung oleh pembeli.

"Home industry dapat langsung berhubungan dengan pembeli dengan sistim digital. Ini semakin memudahkan pemasaran produk-produk lokal," katanya.

Giliran Menkoinfo Rudiantara memberikan tanggapan. Menurutnya, Jatim memang sangat baik. Pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata dan paling stabil setiap tahunnya. Dan memang era digital memudahkan segalanya sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

"Dengan teknologi digital, langsung ada interaksi dengan pembeli. Atau kita bisa lihat, sebelumnya ojek hanya sedikit dan hanya menunggu di pangkalan, survei terbaru dari Universitas Indonesia, ojek online justru memudahkan siapa saja, termasuk jumlah pengojek dan ini membuka banyak lapangan pekerjaan. Secara penghasilan juga jauh lebih baik," ungkapnya.

Sementara, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo lebih mengungkapkan bahwa sebelum acara ia sempat searching indek pembangunan masyarakat (IPM).

"Dan memang, hanya ada lima daerah yang IPM sangat baik. Salah satunya Jatim," ujarnya.

Meski demikian, Yosep menyebutkan adanya keresahan masyarakat di era digital karena banyaknya abal-abalan, seperti di Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Host Cyndy pun mempertegas dengan pertanyaan. "Apa abal-abalan itu pak Yosep?" kejarnya.

"Abal-abalan ini adalah wartawan yang medianya tidak jelas dan hidup dari APBD di daerah-daerah," jelasnya.

Karena itu, lanjut Yosep, hendaknya era digital dapat semakin membuat wartawan kritis, dan tidak menggantungkan hidup media online pada APBD.

Pernyataan ini cepat ditanggapi Margiono. Menurutnya, tidak perlu kritik dalam pengembangan kerakyatan berbasis digital. Yang diperlukan adalah menghimpun dan mengembangkan informasi yang baik sehingga ekonomi kerakyatan dapat tumbuh dengan baik dengan pemanfaatan digital.

Pada cara launching itu, audiens di studio TVRI Jakarta dihibur oleh penampilan Yuni Shara, Rieka Ruslan, dan Fitri Carlina. Usai launching, para artis jadi ajang swafoto. (red/inilampung.com)

 



Terpopuler