{{ message }}

Bos Sugar Group Diduga Intervensi Hukum Pakai Kekuasaan

Senin, 15 Oktober 2018 - 07:49:38 AM | 212 | Nasional

Bos Sugar Group Diduga Intervensi Hukum Pakai Kekuasaan
Kantor PT Sugar Group Companies (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Pemilik PT Makindo Sekuritas juga Sugar Group Companies, Gunawan Jusuf, diduga mengintervensi hukum melalui pendekatan kekuasaan kepada Polri. Maka mudah ditebak ada ketimpangan hukum dan keadilan. Konglomerat itu akhirnya terkesan kebal hukum karena punya uang banyak.

"Patut diduga Gunawan Jusuf melakukan intervensi hukum melalui pendekatan kekuasaan kepada Polri. Sementara Polri tak kuasa menolak sehingga terjadilah persekongkolan jahat untuk menghentikan kasus ini," kata Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro, dalam siaran persnya, diterima Senin (15/10/2018).

Gigih menambahkan, Gunawan diduga terlibat skandal penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) melalui perusahaannya, PT Makindo Sekuritas. "Proses penanganan skandal ini terkesan penuh rekayasa, melecehkan institusi pengadilan dan seolah ingin menghentikan proses penyelidikan dan penyidikan di Polri," katanya.

Ia mengatakan, pencabutan gugatan praperadilan Gunawan juga penuh kejanggalan. Gunawan tiga kali mengajukan praperadilan, dua gugatan sebelumnya dicabut.

"Kurang dari sebulan, Gunawan Jusuf sudah dua kali mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, lalu membatalkan sendiri. Padahal statusnya baru sebatas saksi terlapor," ujarnya.

Gigih mengatakan, langkah hukum ini tidak masuk akal karena menurut beberapa pakar hukum, praperadilan hanya bisa diajukan pihak yang merasa dirugikan dalam proses penyidikan. Sedangkan Gunawan Jusuf belum pernah disidik. Dipanggil sebagai saksi saja belum pernah dilakukan.

Gunawan Jusuf dilaporkan mantan rekan bisnisnya, Toh Keng Siong dengan dugaan TPPU. Kasus ini, kata Gigih, sudah berkarat di Bareskrim Polri,

"Atraksi Gunawan Jusuf selama ini hanyalah modus untuk menjatuhkan marwah penegakan hukum dan menghancurkan moral integritas penegak hukum. Bahkan, sampai saat ini belum terlihat ada langkah konkrit Bareskrim Mabes Polri memulai kembali proses penyidikan terhadap Gunawan Yusuf," katanya.

Indonesian Club mendesak kasus itu segera dituntaskan agar hilang kesan penegakan hukum berjalan lamban dan Bareskrim tidak berani menyentuh Gunawan Jusuf.

"Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto jangan main-main dalam kasus TPPU yang melibatkan Gunawan Jusuf. Kasus ini kami nilai mempertaruhkan kredibilitas dan wibawa institusi Polri sebagai penegak hukum. Juga menjadi ujian konsistensi bagi Kabareskrim yang baru dilantik tersebut. Sekali lagi, jangan main-main. Segera tuntaskan seluruh kasus hukum mangkrak dan berkarat di Polri," kata Gigih Guntoro. (rls/inilampung.com)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler