{{ message }}

Berbahaya, Konsumsi Antibiotik Berlebih dan Tak Perlu

Selasa, 23 Oktober 2018 - 11:24:48 AM | 1041 | Sex & Kesehatan

Berbahaya, Konsumsi Antibiotik Berlebih dan Tak Perlu

 

INILAMPUNG.COM - Antibiotik jika dikonsumsi berlebih berisiko buruk terhadap kesehatan. Dalam laporan baru, badan kesehatan Inggris (PHE) mengatakan, infeksi bakteri aliran darah yang resisten terhadap setidaknya satu kelompok antibiotik utama telah meningkat 35 persen dalam empat tahun.

Data menunjukkan tahun 2013 ketika peringatan resistensi antibiotik pertama kali terdengar PHE. Ada 12.250 infeksi didiagnosis tapi meningkat menjadi 16.504 pada tahun 2017.

PHE menghitung jika antibiotik menjadi tidak efektif maka tiga juta operasi dan perawatan kanker akan menjadi mengancam kehidupan. Beberapa operasi dan perawatan kanker membutuhkan antibiotik untuk mencegah infeksi, termasuk operasi caesar dan penggantian pinggul atau lutut.


Kepala petugas medis Inggris, Profesor Dame Sally Davies memperingatkan tanpa tindakan cepat untuk mengurangi infeksi, manusia berisiko meletakkan obat kembali di zaman kegelapan.

Laporan menunjukkan lebih dari sepertiga (38 persen) orang mencari perawatan medis untuk batuk, flu atau tenggorokan, telinga, sinus atau infeksi dada dan menggunakan antibiotik. Tapi, pilek dan flu disebabkan virus yang tidak terpengaruh oleh antibiotik, dan dalam banyak kasus infeksi ini akan membaik jika istirahat cukup.

"Ini memprihatinkan, dalam waktu tidak terlalu lama, kita mungkin melihat lebih banyak pasien kanker, ibu yang pernah menjalani operasi caesar dan pasien menjalani operasi lain menghadapi situasi mengancam jiwa jika antibiotik gagal menangkal infeksi," kata Direktur Medis PHE Profesor Paul Cosford, dikutip Selasa (23/10/2018).

"Kami minta masyarakat menanggulangi resistensi antibiotik dengan mendengarkan saran dokter, apoteker atau perawat. Dan hanya minum antibiotik bila diperlukan." (aja/inilampung.com)



Terpopuler