{{ message }}

Bawaslu Didesak Tindak Ma'ruf Amin Sering ke Pesantren

Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:53:59 AM | 763 | Politik

Bawaslu Didesak Tindak Ma'ruf Amin Sering ke Pesantren

 

INILAMPUNG.COM - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin diminta menaati peraturan larangan berkampanye ke pesantren dan sekolah. Selama ini, cawapres Ma'ruf Amin paling getol mendatangi pesantren.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 menyebutkan "pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: (h). menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin dikutip dari Harian Terbit, Kamis (11/10/2018), meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindak pelanggaran tersebut.

Ia juga menilai, kampanye Ma'ruf Amin di masjid dan pondok pesantren dalam pandangan agama Islam berbahaya. Karena bisa menjerumuskan umat Islam kepada kemunafiqan.

Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi menambahkan, Jokowi pernah meminta memisahkan politik dan agama. "Karena itu Jokowi-Ma'ruf Amin harus konsekuen dengan aturan yang telah dibuat bersama. Karena jadi aneh jika petahana kampanye di masjid dan pondok pesantren dibolehkan," katanya.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja sebelumnya mengatakan, kampanye di sekolah dan pesantren tidak diperbolehkan, serta sudah jelas diatur dalam undang-undang.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Syafti Hidayat menilai, petahana yang cenderung melanggar aturan mungkin tanda-tanda tak yakin menang di Pilpres 2019.
(aja/inilampung.com)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler