{{ message }}

Banjir Bandang Sumut dan Sumbar: 22 Orang Tewas, 15 Hilang

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:40:04 AM | 180 | Nasional

Banjir Bandang Sumut dan Sumbar: 22 Orang Tewas, 15 Hilang
Pencarian korban banjir bandang di Mandailing Natal (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Hujan deras memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, menewaskan sedikitnya 22 orang. Sebagian besar pelajar sekolah, dan 15 lainnya hilang.

Banjir bandang dengan lumpur dan puing-puing dari tanah longsor melanda Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Menghancurkan sebuah madrasah di Desa Muara Saladi, di mana 21 siswa disapu habis pada Jumat (12/10/2018) sore.

Penyelamat mengambil 11 mayat anak-anak dari lumpur dan puing-puing beberapa jam kemudian.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, Sabtu (13/10/2018), tim penyelamat masih mencari 10 anak lain yang masih hilang.

Sutopo mengatakan, dua mayat ditemukan dari sebuah mobil yang hanyut, Sabtu pagi. Banjir di Mandailing Natal mengakibatkan 17 rumah roboh, dan lima hanyut. Ratusan rumah lainnya direndam air hingga 2 meter, sementara tanah longsor terjadi di delapan wilayah di tempat itu.

Empat warga tewas setelah tanah longsor menimpa 29 rumah dan membanjiri sekitar 100 bangunan di kabupaten Sibolga, kata Sutopo.

Dia mengatakan, banjir bandang juga menghancurkan beberapa desa di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Menewaskan empat orang, termasuk dua anak, dan tiga orang hilang.

Tanah longsor dan banjir di Pasaman Barat menewaskan seorang penduduk desa dan menyebabkan dua orang hilang setelah 500 rumah terendam dan tiga jembatan ambruk.

Ia mengatakan, ratusan korban yang ketakutan mengungsi ke bukit atau tempat yang aman. Mereka masih khawatir gunung akan runtuh karena hujan terus melanda. (aja/inilampung.com)




BERITA LAINNYA

Terpopuler