{{ message }}

Kapolres Dicopot, Terima Uang Pungli Rp50 Juta per Pekan

Kamis, 13 September 2018 - 01:25:47 AM | 1442 | Hukum

Kapolres Dicopot, Terima Uang Pungli Rp50 Juta per Pekan
Kapolres Kediri dicopot dari jabatannya karena kasus suap (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan tidak hanya diturunkan jabatannya juga diperiksa Divisi Propam Polri karena tertangkap tangan Tim Satgas Pungli Polri bulan Agustus 2018. Perwira menengah itu diduga menerima uang hasil pungutan liar pembuatan SIM Rp40 sampai Rp50 juta per pekan.

Bersamaan itu, Polri juga memutasi Wadirlantas Polda Jateng AKBP Windro Akbar Panggabean. Erick dan Windro ditugaskan di bagian Yanma Polri. Namun, belum diketahui kasus yang menjerat Windro.

Pencopotan Erick melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2282/IX/KEP./2018 tanggal 12 September 2018, ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Eko Indra Heri atas nama Kapolri.

"Mutasi bersifat demosi terhadap Kapolres Kediri, prosedurnya sudah melalui mekanisme dewan jabatan dan karier. Dan kasusnya kini ditangani Divisi Propam Polri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Jakarta. Kamis (13/9/2018).

Saat menjabat Kapolres, Erick mendapat uang pungli dari anggota polisi di lapangan dan para calo.

Pemohon SIM dikenakan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per orang. Calo kemudian menyetor kepada orang berinisial AN yang bekerja sebagai PNS. AN melapor kepada petugas SIM bernama Bripda Ik.

Uang tersebut direkap dan diserahkan kepada Erick, juga Kasat Lantas menerima Rp10 juta hingga Rp15 juta, dan Baur SIM mendapat Rp2 juta hingga Rp3 juta per minggunya. (aja/inilampung.com)




BERITA LAINNYA

Terpopuler