{{ message }}

Suhu Panas Ubah Rencana Wisawatan Berkunjung ke Eropa

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 02:42:49 AM | 482 | Travelling

Suhu Panas Ubah Rencana Wisawatan Berkunjung ke Eropa

 

INILAMPUNG.COM - Terik panas dan cuaca ekstrem yang kini melanda Eropa mengakibatkan kota-kota bersejarah di benua itu hingga pantai Mediterania, sepi wisatawan. Suhu yang meningkat memengaruhi rencana orang mengadakan perjalanan ke Eropa.

Wisatawan memikirkan kembali rencana liburan musim panas tahun ini karena suhu mencapai rekor tertingginya, seperti 111 derajat Fahrenheit di Lisbon, akhir pekan lalu dan 114,8 derajat Fahrenheit di kota Santarém, Portugis.

"Perubahan iklim akan berdampak, tapi tidak akan menjadi dampak kiamat," kata profesor Michigan State University, Michelle Rutty, yang telah meneliti implikasi suhu terhadap pariwisata di Eropa dan Karibia.

Dia memperkirakan pergeseran daripada penolakan, para wisatawan berusaha menghindari cuaca terik. "Mereka tidak ingin pergi pada bulan Agustus, mungkin mereka akan memilih berwisata pada musim gugur," katanya, dikutip dari NBC News, Jumat (10/8/2018).

Rutty mengatakan suhu yang meningkat akan mempengaruhi profil demografi turis yang mengunjungi negara-negara tertentu. Wisatawan dan keluarganya termasuk anak-anak muda memilih menghindari panas ekstrim karena masalah kesehatan. Sementara para backpacker berusia 20-an dapat terus menikmati liburan pantai meski sangat panas.

Di Spanyol, industri pariwisata merasakan dampak suhu panas musim panas ini. Kepulauan Canary, magnet bagi para pemburu matahari, mengalami penurunan 1,2 juta wisatawan tahun ini.

Pulau-pulau itu biasanya menerima sekitar 15 juta pengunjung tiap tahun. "Semakin jelas gelombang panas di Eropa utara dan tengah, bersama dengan redistribusi arus wisatawan ke tujuan-tujuan yang baru muncul, memengaruhi kita," kata Eduardo Parra, presiden Asosiasi Ahli Ilmiah Spanyol di bidang Pariwisata. (aja/inilampung.com)



Terpopuler