{{ message }}

In Memoriam Yusuf Supendi: Pendiri PKS yang Terbuang

Jum'at, 3 Agustus 2018 - 10:36:48 AM | 679 | Pileg

In Memoriam Yusuf Supendi: Pendiri PKS yang Terbuang
Yusuf Supendi (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - K.H. Yusuf Supendi, pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat (3/8/2018) sekitar pukul 06.00 WIB. Mantan anggota DPR periode 2004-2009 itu meninggal dalam usia 60 tahun.

"Beliau kecapekan karena persiapan pencalegan dan pelatihan bacaleg,” kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratiko, dikutip dari Tempo, Jumat (3/8). Yusuf mencalonkan diri anggota legislatif tahun 2019 dari PDIP.

Politikus PDIP TB Hasanuddin menambahkan, almarhum meninggal karena serangan jantung.

Perjalanan politik alumnus Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh, Arab Saudi itu berliku dan membuat torehan tinta emas. Saat menjadi anggota DPR kehidupannya tetap sederhana. Ia tetap tinggal di ujung gang di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Untuk memasuki rumahnya harus melalui jalan sempit selebar 2 meter. Mobil yang dimilikinya juga hanya Avanza, itu juga kreditan.

Sejarah berdirinya PKS dimulai ketika Yusuf Supendi, Hilmi Aminudin, dan Salim Segaf Al Jufri, melahirkan gerakan tarbiyah. Di awal gerakan ini, Yusuf berhasil mendidik tokoh-tokoh poltiik, seperti Surahman Hidayat, Mutammimul Ula, Wahyudin Munawir, Al Muzammil Yusuf, Untung Wahono.

Salah satu anak didik, keder Yusuf Supendi yang berasal dari Lampung adalah Al Muzammil Yusuf. Pria tersebut (Muzammil Yusuf), putra tokoh politisi Lampung H. Yusuf Jaiz--asal Gedung Tatatan, Pesawaran. Anehnya, Muzammil kini masih DPR RI mewakili daerah pemilihan Jakarta Timur.

Kembali ke sosok sederhana Yusuf Supeni--Sejak tahun 2008--ia mulai berseberangan dengan partai yang didirikannya, PKS. Bahkan, pengurus partai melarang kader berhubungan dengan Yusuf karena dianggap kritis. Puncaknya, ia dipecat tahun 2010 saat PKS dipimpin Luthfi Hasan Ishaq. Ia tidak terima karena pemecatan semena-mena dan menggugat ke pengadilan, tapi kalah.

Yusuf dibesarkan di lingkungan keluarga ulama, lahir di Bogor, Jawa Barat, 15 Mei 1958. Dikutip dari Wikipedia, keluarganya merupakan keluarga besar ulama, dan pamannya, K.H. Sholeh Iskandar, merupakan ulama besar di Bogor.

Almarhum memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa, saat belajar di pesantren mampu menghafal 30 juz Al Quran dalam waktu 11 bulan. Ia bisa menghafalkan 4 halaman sekaligus tiap hari. Selamat Jalan Ustad. (aja/inilampung)





BERITA LAINNYA

Terpopuler