{{ message }}

Festival Krakatau 2018 Miskin Promosi

Jum'at, 10 Agustus 2018 - 12:06:14 PM | 422 | Travelling

Festival Krakatau 2018 Miskin Promosi

 


INILAMPUNG.Com ---- Lampung Krakatau Festival (LKF) 2018 akan digelar pada 20 hingga 26 Agustus 2018 di Kota Bandarlampung dan Lampung Selatan.

Mengawali kegiatan tersebut, di Jakarta Kamis (9/8/2018), malam digelar acara Launching Lampung Krakatau Festival 2018, di Kantor Kementerian Pariwisata. Acara itu digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata. Dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubemur Lampung M. Ridho Ficardo.

Peluncuran Lampung Krakatau Festival (LKF) 2018  ini sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung sekaligus memperkuat branding Krakatau sebagai salah satu daya tarik dan ikon pariwisata Lampung

Menurut Arief Yahya dalam pengarahanya menargetkan LKF 2018 untuk mendatangkan sebanyak 25.000 wisatawan. Terdiri dari 5.000 wisatawan mancanegara dan 20.000 wisatawan nusantara.

Lampung Krakatau Festival menjadi satu-satunya event dari Provinsi Lampung yang masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia yang digelar dalam tahun ini.

LKF 2018 akan berlangsung dengan serangkaian acara, di antaranya dengan empat agenda utama. Diantaranya, Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai diselenggarakan pada 20-25 Agustus 2018, Lampung Krakatau Expo diselenggarakan 20-26 Agustus 2018, Trip Krakatau pada 25 Agustus 2018, dan Lampung Culture and Tapis Carnival pada 26 Agustus 2018. Dalam pergelaran Lampung Culture and Tapis Carnival akan menampilkan ragam kekayaan adat dan budaya Lampung, serta budaya nusantara.


Miskin Promisi
Meski demikian, pengamat Pariwisata menilai, ajang tahunan tersebut sangat miskin promosi. Festival Krakatau 2018, tak banyak diketahui masyarakat karena penanganannya kurang profesional. "Event tahunan tapi ya gitu-gitu saja, dan miskin promosi," kata Isbedy Setyawan, budayawan Lampung, Jumat (19/8).

Padahal, tujuan dilakukanya LKF -- diharapkan semakin bisa menarik wisatawan yang akan datang ke Lampung, kata sastrawan yang mendapat juludan "paus Satra Lampung" itu 

Masih rendahnya informasi soal pariwisata itu, ia contoh dengan seditinya billboard, dan iklan di media masa. "Sosialisasinya masih perlu ditingkatkan."

Pemerintah sudah bersepakat menjadikan Krakatau menjadi ikon pariwisata Lampung. Krakatau sendiri memiliki branding yang kuat di mata dunia (internasional). Tetapi, lagi-lagi menurut Isbedy, penanganannya belum sebanding dengan target dicapai dan harapan masyarakat.

Festival ini selain untuk mengenang meletusnya Gunung Krakatau pada 26 dan 27 Agustus 1883 lampau yang menjadi perhatian dunia, event ini juga menjadi sarana apresiasi dan pelestarian seni budaya daerah dan sajian atraksi wisata dalam upaya menarik kunjungan wisatawan.  (*/Salma/inilampung.com)




Terpopuler