{{ message }}

Andi Syafrani Optimistis Putusan Bawaslu RI Sama dengan Bawaslu Lampung

Rabu, 8 Agustus 2018 - 07:02:20 AM | 444 | Hukum

Andi Syafrani Optimistis Putusan Bawaslu RI Sama dengan Bawaslu Lampung
Andi Syafrani. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Pasangan M Ridho Ficardo - Bachtiar Basri mengajukan keberatan ke Bawaslu RI atas putusan Bawaslu Lampung terkait sidang pemeriksaan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Kuasa Hukum Arinal Djunaidi - Chusnunia, Andi Syafrani optimistis Bawaslu RI akan bersikap sama dengan Bawaslu Lampung terhadap memori keberatan yang diajukan Ridho-Bachtiar di atas.

Majelis Bawaslu RI dengan Ketua Abhan dan dua anggota Ratna Dewi serta Frizt Edward Siregar menghadirkan pelapor M Ridho Ficardo - Bachtiar Basri yang dikuasakan kepada kuasa hukum.

"Majelis Bawaslu RI bertanya kepada masing-masing pihak (pelapor dan terlapor)," ungkap Andi Syafrani, Rabu, 8 Agustus 2018.

Bawaslu RI, lanjut dia, juga mendalami fakta persidangan. "Kepada pelapor menanyakan soal jumlah saksi dihadirkan, apakah ada saksi yang ditolak dan apakah ada saksi penyelenggara yang dihadirkan," bebernya.

Andi menerangkan, Majelis Bawaslu juga menanyakan terkait struktur tim kampanye Arinal Djunaidi - Chusnunia. "Frizt Edward bertanya ke kita sebagai terlapor terkait tim kampanye dan strukturnya sampai ke daerah-daerah dan mekanisme kerjanya," ujarnya.

Menurutnya, majelis pemeriksa Bawaslu Lampung juga ditanya oleh Ketua Bawaslu RI dalam persidangan. "Yang aneh, majelis pemeriksa Bawaslu Lampung juga ditanya oleh Ketua Bawaslu RI soal persidangan. Tidak ada saling tanya jawab. Tapi tadi Ketua Bawaslu Lampung (Fatikhatul Khoiriyah, ed) mengklarifikasi keterangan pelapor soal ada saksi yang ditolak, selain KPPS," jelasnya.

Alumnus Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta ini menegaskan bahwa memori keberatan register nomor 003/KB/BWSL/VII/2018 dengan pelapor M Ridho Ficardo - Bachtiar Basri tidak terdapat sesuatu yang baru.

"Tidak ada yang baru dan berbeda dari fakta yang sudah dipaparkan dalam putusan Bawaslu Lampung. Harusnya Bawaslu RI menetapkan putusannya sama seperti putusan Bawaslu Lampung kemarin," tandasnya.

Sidang yang digelar pukul 14.00 WIB tersebut tidak diperbolehkan untuk membawa handphone. Bawaslu RI akan melakukan sidang selanjutnya dengan agenda putusan pada Jumat, 10 Agustus 2018. (red/inilampung.com).




BERITA LAINNYA

Terpopuler