{{ message }}

Perawat Diduga Bunuh 20 Pasien

Kamis, 12 Juli 2018 - 10:58:40 AM | 529 | Hukum

Perawat Diduga Bunuh 20 Pasien
ilustrasi

INILAMPUNG.COM - Seorang perawat di Jepang mengaku mempercepat kematian sedikitnya 20 pasien, agar ia tidak perlu repot memberi tahu keluarganya bahwa orang yang mereka cintai meninggal ketika dia sedang bekerja.

Ayumi Kuboki (31), ditangkap Sabtu (7/7) atas kematian Sozo Nishikawa (88), yang diduga diracun tahun 2016 dengan antiseptik di Rumah Sakit Oguchi.

Dikutip dari The Asahi Shimbun dan The Japan Times, Kamis (12/7/2018), Kuboki mengatakan kepada penyelidik bahwa jika ia memberi tahu keluarga tentang kematian pasien merupakan beban, dan beban tugas bagi perawatnya.

Untuk menghindari tanggung jawab, Kuboki mengatakan, dia menargetkan pasien yang hampir mati sehingga mereka akan mati saat pergantian tugas perawat. Karena itu, perawat yang baru bertugas akan memberi tahu keluarganya.

Polisi mencurigai Kuboki menargetkan pasien yang tidak mendekati kematian juga.

Nishikawa meninggal 18 September 2016. Dokter semula menduga penyebab kematiannya alami. Dua hari kemudian, pasien sekamarnya di rumah sakit Nobuo Yamaki (88) juga meninggal.

Perawat melihat gelembung di infus infus Yamaki. Hasil otopsi menemukan benzalkonium klorida dan desinfektan di tubuhnya.

Polisi kemudian mulai menyelidiki kematian Nishikawa, dan mendapatkan penyebab kematiannya karena keracunan dari antiseptik yang sama.

Kuboki mengakui perbuatannya. Kepada polisi ia mengakui menyuntikkan antiseptik ke dalam kantong infus untuk mengobati sedikitnya 20 pasien, dan setidaknya 10 tas lainnya ditemukan dengan tusukan kecil.

Setidaknya 48 pasien meninggal di rumah sakit Yokohama rentang tiga bulan pada September 2016, ketika polisi mulai menyelidiki kematian Nishikawa dan Yamaki. (aja)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler