{{ message }}

Penangkapan Ikan Berlebih, Keamanan Pangan Dunia Terancam

Selasa, 10 Juli 2018 - 12:09:00 PM | 233 | Bisnis

Penangkapan Ikan Berlebih, Keamanan Pangan Dunia Terancam
ilustrasi

INILAMPUNG.COM - Sepertiga spesies ikan komersial di dunia ditangkap pada tingkat tidak lestari, dengan penangkapan berlebihan di Laut Mediterania dan Laut Hitam, demikian laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Laporan dua tahunan Negara Perikanan Dunia dan Budidaya Perairan (SOFIA), dirilis hari Senin (9/7/2018). Laporan menyebutkan, "mengkhawatirkan" 33,1% dari spesies komersial utama pada tingkat tidak berkelanjutan, dibandingkan hanya 10% pada 40 tahun lalu.

Di Laut Mediterania dan Laut Hitam, sekitar 62,2% stok ikan ditangkap berlebihan, dibandingkan dengan 61,5% di Pasifik Tenggara dan 58,8% di Atlantik Barat Daya.


LSM konservasi terkemuka Oceana dilansir dari Euronews, Selasa (10/7/2018), mengatakan, penangkapan ikan berlebihan menimbulkan ancaman bagi ekosistem laut dan keamanan pangan miliaran orang di seluruh dunia.

"Tidak ada yang ingin laut tidak memiliki ikan bagi orang untuk makan atau tidak ada lagi pekerjaan dan mata pencaharian bagi mereka yang bergantung pada memancing di wilayah tersebut," Lasse Gustavsson, Direktur Eksekutif Oceana di Eropa.

Gustavsson menyerukan tindakan mendesak mengatasi masalah ini, seperti membatasi penangkapan ikan dengan trawling, menjaga daerah di mana ikan tumbuh dan menetapkan batas penangkapan sejalan dengan saran ilmiah.

Laporan ini juga mencatat produksi ikan global mencapai rekor, dengan 171 juta ton diproduksi tahun 2016, berkat peningkatan budidaya ikan.

Uni Eropa adalah konsumen ikan terbesar dunia, diikuti AS, dan Jepang.

Di tengah rekor tingkat produksi dan meningkatnya penangkapan ikan itu, laporan mencatat sekitar sepertiga dari semua ikan yang ditangkap, sia-sia. Biasanya dibuang kembali ke laut atau membusuk sebelum dikonsumsi.(aja)

 



Terpopuler