{{ message }}

Panduan Mudik Lewat Tol Lampung

Minggu, 10 Juni 2018 - 11:46:51 AM | 5035 | Opini

Panduan Mudik Lewat Tol Lampung
Gerbang Tol Bakauheni Selatan. (inilampung.com/ist).

INLAMPUNG.COM - Arus mudik Lebaran 2018 hingga Ahad, 10 Juni 2018, semakin padat. Seluruh moda transporasi --laut, udara, dan darat--, dipadati pemudik yang hendak pulang kampung.

Pembangunan infrastruktur transporasi, khususnya jalan tol, sejak tiga tahun silam, dilakukan pemerintah pusat di berbagai daerah.

Masyarakat menyambut baik proyek bernilai triliunan rupiah itu. Bahkan, banyak yang tak peduli jika proyek itu mengakibatkan negara harus menanggung beban berat utang luar negeri.

Alasannya, jalan tol dapat memperlancar arus lalu-lintas dan menghindarkan kemacetan yang sering terjadi pada musim Lebaran. Itu artinya, para pemudik bisa lebih cepat tiba di kampung halaman.

Khusus Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di daerah Provinsi Lampung, pemerintah pusat membangun tol sepanjang 250 km dari Bakauheni, Lampung Selatan, hingga Simpangpematang, Mesuji.

Sejak tiga tahun silam, tol Lampung disebut-sebut bisa digunakan untuk pemudik menuju kampung halaman pada setiap menjelang lebaran Idul Fitri. Termasuk pada 2018 ini.

Untuk yang dua tahun lalu, bagaimana sebenarnya para pemudik lewat Tol Lampung, lupakan saja, toh sudah berlalu. Namun, untuk tahun ini, bagi pemudik yang ingin lewat Jalan Tol Lampung, berikut panduan melintasi jalan bebas hambatan dengan nyaman.

Pertama, untuk kendaraan yang berasal dari Pelabuhan Merak, Banten. Begitu sampai Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dan turun dari kapal penyeberangan, langsung masuk jalan yang mengarah ke pintu Tol Bakauheni Selatan.

Anda tidak perlu terburu-buru. Disarankan untuk memacu kendaraan perlahan, tak lebih dari 60 km/per jam. Karena, setelah jalan di atas tol sejuah 9 km, Anda harus lebih dulu keluar jalan tol melalui gerbang Bakauheni Utara.

Selanjutnya, silakan lewat jalan lama yaitu jalan utama Bakauheni-Bandarlampung. Di jalur ini, silakan memacu kendaraan lebih cepat hingga sekitar 100 km per jam. Ingat, tetap harus waspada dan hati-hati karena jalan nasional ini banyak tambalannya yang membuat kendaraan tergoncang.

Kecepatan laju kendaraan terus dijaga, dengan tetap waspada. Karena jarak yang ditempuh cukup panjang, sekitar 60 km. Setelah sampai di Panjang, Bandarlampung, silakan mengambil jalur menuju Rajabasa, yaitu Jalan Soekarno-Hatta atau baypass.

Namun, kencepatan kendaraan mulai diturunkan karena sekitar tiga km harus belok ke kanan, masuk Jalan Ir Sutami yang mengarah ke Sribawono, Lampung Timur.

Tak perlu terlalu cepat memacu kendaraan di Jalan Sutami, sambil memperhatikan sebelah kiri. Pintu tol Lematang yang berada di kawasan industri Tajungbintang, hanya sekitar 3 km dari ujung Jln Ir Sutami.

Begitu juga ketika sudah masuk jalan tol, tak perlu terburu-buru. Karena Anda hanya akan menempuh jalan tol sepanjang 5 km untuk sampai di gerbang keluar tol Kotabaru, Bandarlampung.

Begitu sampai di jalan mulu dua jalur, jangan keliru. Silakan belok ke kiri ke arah Bandarlampung. Untuk pemudik yang menuju Lampung Utara atau Tulangbawang, ada dua alternatif jalan yang bisa dipertimbangkan.

Pertama, kembali ke Jalan Soekarno-Hatta, kemudian masuk jalan lintas tengah Sumatera. Namun, jika ingin melewati jalan tol Sumatera, lebih baik memilih jalan ke arah kanan masuk Jatimulyo lalu menuju Kota Metro.

Setelah tiba di Kota Metro, silakan ambil arah Tegineneng untuk menuju pintu Tol Masgar, Tegineneng. Namun, ada catatan, tol jalur Masgar menuju Terbanggibesar, Lampung Tengah ini, hanya akan digunakan untuk pemudik jika terjadi kemacetan lalu lintas di jalan lintas tengah Sumatera dari Tegineneng menuju Terbanggibesar.

Panduan mudik melalui jalan tol Lampung ini, tentu bukan pilihan bagi mereka yang ingin cepat sampai kampung halaman. Melainkan untuk pemudik yang ingin jalan-jalan sebelum sampai kampung halaman,  siapa tahu nanti tidak sempet ngelencer meliat pintu tol Lampung.  Berniat mencoba?

(m furqon).




BERITA LAINNYA

Terpopuler