{{ message }}

Sehatkah Makan Buah-Buahan Berlebihan?

Kamis, 7 Juni 2018 - 11:43:47 AM | 1013 | Sex & Kesehatan

Sehatkah Makan Buah-Buahan Berlebihan?

 

INILAMPUNG.COM - Pendiri Apple, Steve Jobs terkenal menyukai makanan dari buah, karena diyakini akan membersihkan tubuhnya dari cairan berbahaya. Sama seperti aktor Ashton Kutcher, tapi dia berakhir di rumah sakit karena pankreasnya rusak.

Jadi, apakah buruk makan berlebih buah-buahan bagi kesehatan Anda? Meskipun sebuah penelitian terkenal tahun 1980 berpendapat, berdasarkan evolusi rahang dan gigi manusia, nenek moyang kuno kita terbiasa makan makanan didominasi buah. Tapi tak ada banyak bukti buah baik bagi manusia modern.

“Ada beberapa orang di luar sana fruitarian, dan dari apa yang dapat kami katakan mereka sangat sehat,” kata Dr. Robert Lustig, neuroendocrinologist dan profesor emeritus pediatri University of California, San Francisco.


Fruitarianisme sepenuhnya bersifat restriktif dikaitkan defisiensi nutrisi pada beberapa orang. Dan mungkin tidak aman untuk anak-anak dan mereka yang memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes.

Untuk orang dewasa sehat, para ahli mengatakan, makan banyak buah tidak mungkin membuat mendapat masalah, dengan catatan selama masih dari bagian diet normal.

Perhatian utama makan buah berlebih adalah gula alami. Buah tentu saja memiliki rasa manis tinggi. Penelitian konsisten menghubungkan konsumsi buah untuk mengurangi risiko obesitas dan penyakit metabolik lainnya, kata Lustig, penulis buku Fat Chance, buku yang meneliti risiko kesehatan terkait makan terlalu banyak.

Buah juga memiliki beberapa manfaat bawaan yang dapat meredam risiko kesehatan akibat gula.

Untuk satu hal, buah utuh memiliki serat larut dan tidak larut. Bersama-sama, dua serat ini membentuk "latticework" seperti gel di bagian dalam duodenum di usus kecil, katanya.

Kisi itu mencegah sebagian besar gula buah diserap sejak awal selama proses pencernaan. "Seperti menghentikan gelombang tsunami dengan membangun dinding bawah air. Penghalang gel ini membatasi tingkat penyerapan gula sehingga hati tidak kewalahan," Lustig menjelaskan. (aja)



Terpopuler