{{ message }}

Satu dari 65 Kematian Pemuda akibat Zat Opioid

Senin, 4 Juni 2018 - 12:28:27 PM | 246 | Sex & Kesehatan

Satu dari 65 Kematian Pemuda akibat Zat Opioid
Ilustrasi

INILAMPUNG.COM - Jumlah kematian akibat penggunaan zat opioid terhadap pemuda seperti di Amerika Serikat, meningkat tajam. Tahun 2016, satu dari 65 kematian pemuda akibat opioid. Jumlah itu melonjak menjadi satu dari lima, menurut sebuah penelitian baru.

Data menunjukkan selama bertahun-tahun kematian melibatkan opioid yang diresepkan maupun ilegal meningkat tajam.

Zat opioid bekerja pada sistem saraf untuk mengurangi rasa sakit. Tersedia dalam bentuk tablet, kapsul atau cairan. Ada yang dijual diapotik tapi harus menggunakan resep khusus dokter, tapi ada yang dijual ilegal.


Kenaikan kematian hampir dua kali lipat sejak tahun 2009, dan menyusup ke pria atau wanita, demografi dan wilayah geografis, menurut data Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Studi baru diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open, Jumat (1/6/2018), menempatkan beberapa angka tersebut ke dalam perspektif baru.

Tahun 2016, opioid terlibat dalam 28.496 kematian, kata studi tersebut, dinukil dari Time, Senin (4/6/2018). Lebih dari 8.400 di antaranya terjadi di kalangan orang dewasa antara usia 25 dan 34. Angka yang tinggi sehingga berarti bahwa 20% dari semua kematian dalam kelompok usia ini pada tahun 2016 melibatkan opioid.

Di antara mereka yang berusia antara 15 dan 24 tahun, hampir 3.000 kematian terkait opioid tercatat tahun 2016 menyumbang 12,4% kematian dalam demografi ini.

Sementara kematian terkait opioid yang umum di antara kelompok usia yang lebih tua ada sekitar 6.700 di antara orang dewasa usia 35 dan 44. Lebih dari 5.600 di antara orang dewasa 45 hingga 54 tahun.

Lebih dari 3.800 di antara orang dewasa 55 hingga 64 tahun. Dan sekitar 800 di antara orang dewasa yang lebih tua dari 65 tahun.

Namun, penelitian ini mengatakan opioid terlibat dalam 1,5% dari semua kematian pada tahun 2016, tanpa memandang kelompok usia. Itu berarti, para peneliti menulis, obat-obatan itu bertanggung jawab atas lebih banyak daripada tekanan darah tinggi, HIV/AIDS dan radang paru-paru, dan sepersepuluh dari mereka yang terserang kanker. (aja)



Terpopuler