{{ message }}

Saransk, Pengorbanan Sebuah Kota demi Piala Dunia

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:56:26 AM | 381 | Olahraga

Saransk, Pengorbanan Sebuah Kota demi Piala Dunia
Kota Saransk, Rusia (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Pada tanggal 25 Juni 2018, Cristiano Ronaldo dan rekannya di Timnas Portugal akan menyusuri koridor merah dan memasuki Stadion Mordovia Arena. Bintang sepak bola itu kemudian memberikan pertunjukan sepak bola yang dinantikan di Saransk, ibukota Mordovia, Rusia.

Dengan penampilan singkat ini, Ronaldo menjadi selebritis terbesar kedua yang mengunjungi Saransk, setelah aktor Prancis Gerard Depardieu.

Untuk menjadi tuan rumah pertandingan tim Portugal-Iran, bersama tiga pertandingan Piala Dunia lainnya, Saransk menghabiskan setengah miliar dolar AS - atau setara anggaran wilayah itu untuk lima hingga enam tahun.

Beberapa tahun lalu, banyak orang pesimistis Saransk bisa menyambut Ronaldo dengan mengeluarkan begitu banyak uang untuk itu.

Saransk dipilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2018 Rusia terkesan terburu-buru. Hanya dua minggu sebelum pengumuman pada September 2012, dari 11 kota tuan rumah, Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko menyatakan Saransk dalam daftar lima kandidat yang tidak mungkin dipilih karena beberapa masalah.

Namun ketika badan sepakbola dunia FIFA menunjuk Saransk salah satu kota tuan rumah, banyak dari 300 ribu penduduknya terkejut.

"Saya tidak pernah membayangkan kampung halaman saya menjadi tuan rumah Piala Dunia. Saya bahagia dan bangga," kata Andrei Tyulyukov, warga setempat, dikutip dari Time, Rabu (13/6/2018).

Namun tidak semua penduduk Saransk antusias menyambutnya. "Ini bukan kota olahraga. Semua orang terkejut Saransk dipilih bukan Krasnodar," kata Evgeny Pashutkin, koordinator kampanye oposisi pemimpin Rusia Alexei Navalny di Saransk.

Media Rusia berspekulasi keputusan itu dimaksudkan sebagai penghinaan bagi kepemimpinan Krasnodar yang tidak disukai Moskow atau yang kepentingan bisnisnya dikecam orang lain.

Menurut Alexey Merkushkin, Menteri Program Khusus Republik Mordovia, alasan FIFA memilih Saransk daripada Krasnodar karena faktor geografi.

"Krasnodar berada di wilayah yang sama dengan Sochi yang sudah dipilih. Saransk dekat dengan bandara, dekat dengan semua lokasi utama Piala Dunia," katanya.

Merkushkin, pengusaha terkemuka juga gubernur Mordovia selama 17 tahun, mengakui pada tahun 2012 Saransk jauh dari siap menjadi tuan rumah Piala Dunia.

"Ada banyak tantangan. Salah satu yang terbesar bandara dalam kondisi buruk. Kami harus membangun yang baru. Kami tidak memiliki cukup hotel dan harus melakukan sejumlah besar peningkatan infrastruktur," katanya.

Pemerintah daerah setempat juga harus membangun stadion baru senilai 256 juta dolar AS bersama tiga hotel mewah sesuai syarat FIFA. Sebagian kota juga mengalami perbaikan besar.

Harus membangun universitas lokal, stasiun kereta api yang direnovasi dan teater musik, pusat perbelanjaan baru dan kompleks perumahan dekat stadion untuk para penggemar Piala Dunia.

Menurut Merkushkin, anggaran keseluruhan untuk proyek terkait Piala Dunia di Saransk 480 juta dolar dolar AS. (aja)




BERITA LAINNYA

Terpopuler