{{ message }}

Saran Terbaik Pengisian Baterai Ponsel

Sabtu, 2 Juni 2018 - 09:51:53 AM | 453 | Gadget

Saran Terbaik Pengisian Baterai Ponsel

 

INILAMPUNG.COM - Pemilik smartphone sudah biasa mendapat peringatan jangan membebani ponselnya saat pengisian baterai. Pastikan mencabutnya dari pengisi daya setelah mencapai 100 persen. Jangan biarkan pengisian daya berlangsung sampai semalam. Atau, sesuatu hal buruk akan terjadi pada ponsel.

Peringatan itu sepenuhnya benar juga tidak, karena baterai ponsel berisi lithium-ion (atau li-ion) yang dapat diisi ulang. Baterai Li-ion mengisi daya lebih cepat daripada baterai isi ulang tradisional.

Itulah mengapa Anda dapat menyambungkan iPhone atau ponsel Android ke pengisi daya, dan membaliknya hingga setidaknya sampai daya 80 persen terjadi cepat. Tapi, seperti yang semua tahu, biaya baterai ponsel cerdas tidak bertahan lama.


Bagian dari dilema itu karena baterai ponsel relatif kecil dan hanya dapat menampung sedikit kapasitas. Padahal, bebannya sangat berat seperti dipakai menerus memeriksa email, mengirim pesan, mendengarkan musik, menonton video, dan lainnya.

Dalam banyak kasus, ponsel mungkin hanya membutuhkan satu atau dua jam untuk mencapai daya 100 persen. Membiarkannya lebih lama tidak ada gunanya. Jadi, apa yang terjadi jika membiarkan ponsel dicas semalam?

Pertama, kabar baiknya. Anda tidak dapat membebani baterai ponsel secara berlebihan, jadi jangan khawatir tentang itu. Baterai ponsel berhenti menarik arus dari pengisi daya setelah mencapai 100 persen, kata manajer komunikasi pemasaran Cadex Electronics, John Bradshaw.

Cadex memproduksi peralatan pengisian baterai. "Silakan isi hingga 100%. Tidak perlu khawatir pengisian berlebihan karena perangkat modern akan menghentikan muatan dengan benar pada tegangan yang sesuai," kata dia, dikutip Sabtu (2/6/2018).

Edo Campos, juru bicara pembuat baterai Anker, berpendapat sama. Ponsel pintar telah membangun chip perlindungan yang akan melindungi telepon dari mengambil muatan lebih dari apa yang seharusnya.

Pengisi daya berkualitas baik juga memiliki chip perlindungan yang mencegah pengisi daya mengeluarkan lebih banyak daya daripada yang dibutuhkan. Misalnya, ketika baterai mencapai 100 persen, perangkat keras pelindung di dalam ponsel akan menghentikan arus masuk dan pengisi daya akan mati.

Tapi, ada kabar buruknya. pengisi daya sampai semalaman, kata Bradshaw, dapat mengurangi kapasitas baterai dari waktu ke waktu.

"Li-ion tidak perlu diisi penuh seperti halnya asam timbal, juga tidak diinginkan untuk melakukannya. Artikel situs Universitas Baterai Cadex menyebutkan, lebih baik tidak mengisi penuh karena tegangan tinggi akan menekan baterai.

Baterai isi ulang di perangkat seluler juga mengalami kerusakan konstan sejak pertama kali digunakan, kata Campos. Ini berakibat hilangnya kapasitasnya secara bertahap, atau kemampuan menahan daya.

Itulah mengapa mereka yang memiliki ponsel lebih dari beberapa tahun cenderung menemukan baterai kehilangan dayanya lebih cepat daripada setelah pembelian.

Saran pengisian daya ideal

Sebaiknya jangan menunggu sampai baterai ponsel mendekati daya 0 persen. Bradshaw menyarankan pengisian dilakukan saat daya sekitar 35 persen atau 40 persen.

Anda juga harus menjaga ponsel tetap dingin, karena suhu tinggi mempercepat hilangnya kapasitas baterai. (aja)



Terpopuler