{{ message }}

Oknum Kades Mandah Diduga Kuasai Lahan Warganya

Minggu, 10 Juni 2018 - 01:14:08 AM | 1138 | Hukum

Oknum Kades Mandah Diduga Kuasai Lahan Warganya
TIm LMH-Pakar dan WN 88 Humas Mabes Polri meninjau dan mengukur lahan Wakidi. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Dugaan peguasaan sebidang tanah warga Mandah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, oleh oknum kades setempat, Sutrisno, hingga kini belum menemukan jalan keluar.

Berlarut-larutnya sengketa lahan itu, menurut Darozi Candra dari Lembaga Lembaga Mediasi dan Hukum Praktisi Keadilan Rakyat (LMH-Pakar), antara lain karena ada kesan okum kades Mandah mengulur-ngulur waktu. Sehingga upaya mediasi yang dilakukan, tak kunjung berhasil.

Darozi Cadra --selaku kuasa hukum Keluarga Wakidi, 76 tahun-- mengatakan, keluarga Wakidi telah kehilangan hak atas sebidang tanah itu karena diklaim Sutrisno yang menyatakan tanah tersebut milik desa. "Di atas lahan tersebut kini berdiri tempat usaha berupa warung desa," katanya, Sabtu, 9 Juni 2018.

Setelah menerima mandat dari keluarga Wakidi, Tim Lembaga Bantuan Hukum LMH Pakar berserta WN 88 Humas Mabes Polri, pada Jumat, 8 Juni 2018, meninjau lokasi lahan yang disengketakan. Tim kemudian melakukan pengukuran lahan guna memastikan luas lahan Wakidi sesuai dengan bukti kepemilikannya.

Selain itu, tim mencari informasi dari warga sekitar untuk mengungkap kebenaran lahan Wakidi. Yang dihubungi antara lain, M. Hermanto, warga setempat yang kediamannya bersebelahan dengan warung desa yang berdiri di atas lahan milik Wakidi.

Kepada Tim Kuasa Hukum LMH Pakar, Hermanto menjelaskan, beberapa pekarangan di sekitar lokasi sengketa awalnya milik Wakidi. Lahan yang kini menjadi tempat tinggalnya, juga dibeli dari Wakidi. Lahan ini sudah disertifikatkan pada 2003.

"Hermanto mengatakan sebagian tanah miliknya yang dibeli dari Pak Wakidi, telah dijual kepada tetangga sebelah dan juga telah disertifikatkan," ujar Darozi Cadra mengutip Hermanto.

Selain itu, kata Darozi Candra, tim kuasa hukum juga mengecek persoalan tanah milik Wakidi itu kepada mantan Kades Mandar Suparno.

Saat menerima menerima tim kuasa hukum bersama keluarga Wakidi di kediamannya di Dusun Sumbersari I Desa Mandah, Suparno menjelaskan, dulu tanah Wakidi dipakai untuk puskesmas dan sepengetahuan Suparno pernah ada kesepakatan untuk menggunakan tanah itu.

Namun setelah itu, Suparno mengaku tidak tahu. Apakah tanah itu dibayar atau tiak. Tapi saat dia menjabat kepala desa dan melakukan pendataan tanah desa, tidak pernah menyatakan tanah Wakidi milik desa. (*/red).




BERITA LAINNYA

Terpopuler