{{ message }}

WHO Hapus Makanan Mengandung Lemak Trans selama Lima Tahun

Selasa, 15 Mei 2018 - 08:39:14 AM | 647 | Sex & Kesehatan

WHO Hapus Makanan Mengandung Lemak Trans selama Lima Tahun
Ilustrasi

INILAMPUNG.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis sebuah rencana membantu negara-negara menghapus dan melarang lemak trans dari pasokan pangan global selama lima tahun ke depan.

Lembaga di Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu di masa lalu mendorong memusnahkan penyakit menular, tapi sekarang bertujuan menghapus bahaya yang terkait penyakit kronis.

Dalam sebuah pernyataan Senin (14/5/2018), badan kesehatan AS mengatakan menghilangkan lemak trans sangat penting untuk mencegah kematian di seluruh dunia. WHO memperkirakan makanan mengandung lemak trans, umumnya ditemukan dalam makanan dipanggang dan diproses, menyebabkan kematian lebih dari 500 ribu orang dari penyakit jantung tiap tahun.


Lemak trans adalah salah satu jenis lemak tak jenuh, umum ditemukan di alam namun bisa disintesis secara buatan.

"Ini adalah tingkat krisis dan bagian utama perjuangan kami sekarang," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat konferensi pers di Jenewa, dikutip dari Time, Selasa (15/5/2018).

Para pejabat berpikir bisa dilakukan dalam lima tahun karena pekerjaan ini berjalan baik di banyak negara. Denmark melakukannya 15 tahun lalu, dan sejak saat itu Amerika Serikat dan lebih dari 40 negara berpenghasilan tinggi lainnya berusaha mendapatkan aditif penyumbat jantung dari persediaan makanan mereka.

WHO kini mendorong negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah melanjutkan perjuangan itu, kata Dr. Francesco Branca, Direktur Departemen Gizi WHO untuk Kesehatan dan Pembangunan.

Lemak trans buatan adalah zat tidak sehat yang diciptakan ketika hidrogen ditambahkan ke minyak sayur untuk membuatnya padat. Seperti dalam pembuatan margarin atau mentega.

Pakar kesehatan mengatakan mereka dapat diganti dengan minyak canola atau produk lainnya. Ada juga lemak trans alami dalam beberapa daging dan produk susu.

WHO merekomendasikan bahwa tidak lebih dari 1 persen kalori seseorang berasal dari lemak trans.

"Lemak trans adalah senyawa berbahaya yang dapat dihilangkan dengan mudah tanpa biaya besar dan tanpa berdampak pada kualitas makanan," kata Branca.

"Kami menyerukan produsen makanan di sektor kami untuk mengambil tindakan cepat dan kami siap untuk mendukung langkah-langkah efektif bekerja menuju penghapusan lemak trans diproduksi industri," kata Rocco Rinaldi, Sekretaris Jenderal Aliansi Makanan dan Minuman Internasional. (aja)



Terpopuler