{{ message }}

Tahun 2050, Dua Pertiga Orang di Dunia Tinggal di Kota

Kamis, 17 Mei 2018 - 07:01:47 AM | 534 | Bisnis

Tahun 2050, Dua Pertiga Orang di Dunia Tinggal di Kota
Kota Beijing, China (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Dua pertiga orang di dunia akan tinggal di kota pada tahun 2050, dan ledakan akan terkonsentrasi di India, China, dan Nigeria. Demikian perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis hari Rabu (16//5/2018).

Namun, beberapa kota di Jepang dan Korea Selatan - misalnya, Nagasaki dan Busan - telah mengalami penurunan populasi sejak tahun 2000. Beberapa kota di Eropa timur, seperti di Polandia, Rumania, Rusia, dan Ukraina, telah kehilangan populasi sejak pergantian abad.

Penduduk pedesaan dunia akan mencapai puncaknya dalam beberapa tahun kemudian menurun pada tahun 2050.


Laporan divisi populasi PBB menyebutkan, Tokyo saat ini adalah kota terbesar di dunia dengan 37 juta orang. Diikuti New Delhi dengan 29 juta, Shanghai dengan 26 juta, dan Kota Meksiko dan Sao Paulo, masing-masing sekitar 22 juta penduduk. Kairo, Mumbai, Beijing, dan Dhaka semuanya memiliki hampir 20 juta penduduk.

Namun, Delhi akan menyusul Tokyo di posisi teratas sekitar 2028, kata laporan itu, dikutip dari The Guardian, Kamis (17/5/2018).

Pada saat hampir bersamaan, India diperkirakan melampaui China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Sekitar 55 persen populasi dunia tinggal di daerah perkotaan saat ini, meningkat menjadi 68 persen pada tahun 2050. India, China, dan Nigeria akan mencapai lebih dari sepertiga dari perluasan itu.

Juga akan ada lebih banyak kota besar. Pada tahun 1990 hanya ada 10 kota besar, digolongkan sebagai tempat dengan populasi 10 juta atau lebih. Sekarang ada 33 kota besar dan pada tahun 2030, 43 kota besar diproyeksikan, sebagian besar di negara-negara berkembang.

Namun, urbanisasi bisa dilihat sebagai positif, kata John Wilmoth, Direktur Divisi Populasi PBB.

"Meningkatnya konsentrasi orang-orang di kota menyediakan cara memberikan layanan lebih ekonomis. Kami menemukan bahwa penduduk perkotaan memiliki akses yang lebih baik terhadap perawatan kesehatan dan pendidikan," katanya.

Konsentrasi penduduk juga dapat membantu meminimalkan dampak lingkungan kita terhadap planet ini, katanya, dan membantu kota-kota merancang kebijakan dan praktik untuk mempersiapkan arus masuk. (aja)



Terpopuler