{{ message }}

Perusakan Ozon Bumi Terus Meningkat

Kamis, 17 Mei 2018 - 09:33:06 AM | 471 | Seni & Budaya

Perusakan Ozon Bumi Terus Meningkat
CFC, bahan perusak ozon Bumi (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Kenaikan tajam tapi misterius emisi bahan kimia perusak ozon telah terdeteksi oleh para ilmuwan, Bahan kimia itu telah dilarang diproduksi di seluruh dunia. Namun, sumbernya belum ditemukan dan belum bisa dihentikan.

Karena masalah itu, pemulihan lapisan ozon yang melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi UV yang merusak, bisa tertunda selama satu dekade.

Sumber emisi baru dilacak ke Asia timur, ditemukan lokasi lebih tepat tapi membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.


CFC digunakan dalam pembuatan busa untuk perabotan dan bangunan, aerosol dan sebagai pendingin. Dilarang diproduksi di bawah protokol Montreal global setelah penemuan lubang ozon di atas Antartika tahun 1980-an. Sejak tahun 2007 dilaporkan produksi CFC-11, yang kedua paling merusak dari semua CFC.

Kenaikan CFC-11 diungkapkan Stephen Montzka, dari US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Colorado, AS, dan rekan-rekan yang memantau bahan kimia di atmosfer.

"Saya melakukan ini selama 27 tahun dan ini adalah paling mengejutkan yang pernah saya lihat. Saya terkejut," katanya, dikutip Kamis (17/5/2018).

Erik Solheim, kepala Lingkungan PBB mengatakan, jika emisi ini terus berlanjut, berpotensi memperlambat pemulihan lapisan ozon. Karena itu, penting mengidentifikasi penyebab pasti emisi ini dan mengambil tindakan yang diperlukan.

CFC yang digunakan dalam bangunan dan peralatan sebelum larangan berlaku, masih bocor ke udara hari ini. Tingkat kebocoran terus menurun sampai tahun 2013, ketika penurunan mendadak penurunan terdeteksi di stasiun penelitian dari Greenland ke Kutub Selatan.

Para ilmuwan kemudian memulai penyelidikan, yang diterbitkan di jurnal Nature, untuk mencari tahu penyebabnya. Pekerjaan detektif dimulai dengan menilai apakah ada perubahan bagaimana atmosfer mendistribusikan dan menghancurkan CFC-11 yang dapat menjelaskan pengukuran berubah.

Tapi, faktor ini sebagian besar dikesampingkan dan dalam data terbaru - 2017 - tampaknya tidak memainkan peran sama sekali.

Selanjutnya, para peneliti melihat apakah pelepasan CFC dari materi yang lebih tua bisa berlipat ganda, seperti yang diperlukan untuk menjelaskan data. "Tapi kami tidak tahu ada orang yang menghancurkan bangunan dengan tingkat yang jauh lebih dramatis daripada sebelumnya," kata Montzka.

"Jika peningkatan emisi segera hilang, pengaruh pada pemulihan lapisan ozon menjadi kecil. Jika tidak, mungkin ada penundaan 10 tahun, dan jika terus meningkat, penundaan akan lebih lama."

Michaela Hegglin, di University of Reading, Inggris, dan bukan bagian dari tim peneliti mengatakan, para peneliti telah mengambil langkah-langkah ketat untuk mengesampingkan penjelasan alternatif kenaikan CFC-11 ketika mencapai kesimpulan mereka bahwa produksi baru harus terjadi. (aja)



Terpopuler