{{ message }}

Penyanyi Wanita Lebih Mudah Diterima Masyarakat

Kamis, 17 Mei 2018 - 11:37:47 AM | 446 | Seni & Budaya

Penyanyi Wanita Lebih Mudah Diterima Masyarakat
Tiffany Alvord (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Lagu-lagu ceria, hingar bingar, lebih mungkin mendapatkan daya tarik daripada balada. Tapi, lagu sedih menjadi lebih umum. Demikian sebuah penelitian dirilis pada hari Rabu (16/5/2018), Lagu yang bisa sukses juga cenderung menampilkan artis wanita daripada pria.

Temuan tren musik itu dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open, dikutip Kamis (17/5/2018). Para peneliti University of California menganalisis lebih dari 500 ribu lagu yang dirilis di Inggris antara tahun 1985 dan 2015.

"Penggunaan emosi positif menurun selama bertahun-tahun, dan indikator semantik kesepian dan isolasi sosial meningkat dalam frekuensi kertas membaca, referensi lirik lagu. Tapi, lagu-lagu yang sukses lebih bahagia, lebih cerah, lebih mirip pesta, lebih bisa didengarkan dan kurang sedih daripada kebanyakan lagu," tulis para peneliti.


Studi juga mengamati kecenderungan penurunan yang jelas dalam musik rock yang berasal dari awal tahun 2000-an. Pop dan dance dianggap genre musik paling sukses di atas hip hop, R & B, jazz, dan musik klasik dengan margin lebar.

Para peneliti menemukan juga kehadiran penyanyi pria dalam musik populer menurun selama 30 tahun terakhir. Sementara lagu-lagu yang dibawakan perempuan menjadi populer dalam dekade terakhir.

Ini kontras dengan pengamatan dilakukan studi terpisah pada Januari 2018, yang menemukan hanya 22,4% artis dari 600 lagu populer antara 2012 dan 2017 adalah perempuan. Perempuan juga lebih cenderung dikreditkan sebagai seniman solo daripada tampil sebagai duo atau band.

Profesor Stacy L Smith yang menyelidiki keragaman industri musik dengan USC Annenberg Inclusion Initiative, mengatakan, ini adalah contoh lain dari ekosistem hiburan. Perempuan didorong ke margin atau dikeluarkan dari proses kreatif. (aja)



Terpopuler