{{ message }}

Ozil dan Gundogan Diusulkan Dipecat dari Timnas Jerman

Kamis, 17 Mei 2018 - 07:17:26 AM | 2253 | Olahraga

Ozil dan Gundogan Diusulkan Dipecat dari Timnas Jerman
Ozil bertemu Presiden Turki Erdogan (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Pertemuan dua pemain nasional Jerman keturunan Turki dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menimbulkan perdebatan panas di Jerman. Perdebatan seputar kewarganegaraan ganda dan identitas nasional di Jerman, sebagai negara yang memulai upaya mempertahankan gelar Piala Dunia.

Gelandang timnas Jerman Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan, yang saat ini bermain untuk Arsenal dan Manchester City di Liga Premier, ditetapkan mewakili Jerman di Piala Dunia Rusia nanti.

Dikutip dari Guardian, Kamis (17/5/2018), keduanya dikritik sejumlah politisi termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, karena bertemu dengan Erdogan selama kunjungannya ke Inggris.

Dalam pertemuan di hotel London Four Seasons, pada hari Minggu malam lalu, yang juga dihadiri striker Everton asal Jerman Cenk Tosun, para pemain menyerahkan kaos klub yang ditandatangani kepada Erdogan.

Beberapa wartawan dan politisi sayap kanan menyerukan Özil dan Gündoğan dikeluarkan dari tim nasional.

Desakan antara lain datang dari Sebastian Münzenmaier, anggota parlemen kanan nasionalis Alternatif für Deutschland.

Suhu politik Turki dan Jerman memang sedang memanas. Erdogan akan mengikuti pemilu lagi dan ada sekitar 1,2 juta orang di Jerman dengan latar belakang Turki berhak untuk memilih dalam pemilihan nanti.

Hubungan diplomatik Jerman dan Turki terbengkalai selama satu tahun ini setelah insiden penangkapan jurnalis Jerman-Turki, Deniz Yücel. Reaksi terhadap insiden tersebut makin keras karena Özil dan Gündoğan diperjuangkan sebagai contoh sukses dari kebijakan integrasi budaya Jerman.

Juru bicara kanselir Steffen Seibert mengatakan, situasi telah mengundang kesalahpahaman. Kepala DFB (PSSI-nya Jerman) Reinhard Grindel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu bukan hal yang baik bagi para pemain berpose dengan Erdogan.

"DFB tentu saja menghormati situasi khusus bagi para pemain kami dengan latar belakang migran. Tapi sepakbola dan DFB mewakili nilai-nilai yang tidak cukup dihormati oleh Erdogan," kata Grindel.

Bintang Arsenal Özil belum mengomentari hal itu. Gündoğan membela pertemuan itu sebagai "isyarat kesopanan" bahwa ia menghormati presiden.

Para kritikus mengatakan Gündoğan bisa menunjukkan rasa hormatnya tanpa membiarkan dirinya digunakan sebagai alat politik. Namun, pemain internasional Liverpool FC dari Jerman Emre Can dilaporkan menolak undangan tim Erdoğan.

Manajer tim Jerman Joachim Low mengatakan, orang-orang dengan latar belakang migran kadang-kadang memiliki dua hati berdetak di dada mereka. "Tidak selalu begitu mudah untuk didamaikan," katanya. Ia tetap percaya para pemainnya membela negara Jerman habis-habisan pada Piala Dunia nanti. (aja)



Terpopuler