{{ message }}

Krakatau Award 2018, Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional

Sabtu, 5 Mei 2018 - 11:39:20 AM | 2298 | Travelling

Krakatau Award 2018, Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional
Pagelaran seni budaya Lampung pada Festival Krakatau pada 2017. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Dinas Pariwisata Provinsi Lampung kembali menggelar Krakatau Award 2018 sekaitan Festival Krakatau yang digelar setiap tahun. Kali ini penghargaan bagi Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Budiharto Herman N di Bandarlampung, Sabtu, 5 Mei 2018, mengatakan pada tahun lalu Krakatau Award untuk Lomba Cipta Puisi yang dibukukan dengan tajuk Hikayat Secangkir Robusta.

Dijelaskan Budiharto, Lampung memiliki peradaban bernilai tinggi. Tidak banyak daerah di Indonesia yang mempunyai aksara. Sebut saja Jawa, Bali, Bugis, Batak, di samping daerah Lampung.
Meskipun dibutuhkan pembuktian secara ilmiah dan perlu adanya penelitian lebih jauh, daerah Lampung sampai kini, kerap disebut pernah terdapat dua kerajaan, yakni Kerajaan Sekala Brak di Lampung Barat dan Kerajaan Tulangbawang di Pagardewa, Tulangbawang.

Lalu kekayaan dan keragaman seni budaya yang tak kalah menarik dan memesona dibanding daerah lain di Indonesia. Baik seni budaya yang berakan dalam kehidupan sehari-hari, maupun yang berakan pada adat-istiadat yang tumbuh dalam falsafah kehidupan masyarakat Lampung yang disebut Piil Pesenggiri. Seni budaya Lampung tumbuh dan berkembang subur di masyarakat hingga kini, khusunya di wilayah pedesaan.

“Melalui event Festival Karakatau yang digagas sejak 1990, Pemerintah Provinsi Lampung mempromosikan objek-objek wisata dimaksud selain kekayaan dan keragaman seni budaya dari tiap-tiap daerah kabupaten/kota. Dengan tujuan dapat diapresiasi dan mengangkat jumlah kedatangan turis nusantara maupun manca negara,” Budi menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Linda L. Sumadewi, menjelaskan, jika pada 2017 digelar Lomba Cipta Puisi maka pada tahun ini Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional. Karya cerpen diutamakan berlatarbelakang senibudaya, sejarah, ataupun destinasi wisata yang ada di Lampung.

Linda menambahkan, persyaratan Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional memperebutan Krakatau Award dengan total uang Rp10 juta, adalah, peserta Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang menetap di Indonesia maupun di luar negeri.

Tema Cerita Pendek (Cerpen) “Piil Pesenggiri Sebagai Spirit Pembangunan Provinsi Lampung”, setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) karya cerpen, Naskah diketik dengan font Time New Roman (rata kanan dan rata kiri masing-masing 3 cm, point 12, Spasi 1.5, dan ukuran kertas A4), Panjang cerpen minimal 4 (empat) halaman, dan maksimal 7 (tujuh) halaman.

Lalu, cerpen harus menggunakan bahasa Indonesia, Cerpen merupakan asli karya sendiri, bukan saduran atau plagiarisme. “Cerpen belum pernah di publikasikan atau diikutsertakan pada lomba lainnya. Cerpen yang dibuat tidak mengandung informasi, berita, fakta, dan pemikiran yang melanggar hukum, etika, SARA dan pornografi,” jelas Linda L. Sumadewi melalui rilisnya.

Persyaratan lain dari lomba ini ialah, peserta harus melengkapi biodata diskriptif maksimal 20 baris, dan identitas diri sesuai Kartu Tanda Penduduk atau identitas yang masih berlaku beserta Nomor HP dan alamat email, Biodata dan identitas diri di buat di lembar terpisah dengan naskah cerpen.

Peserta juga menyertakan lembaran Surat Pernyataan di atas materai bahwa cerpen yang dikirim merupakan karya (asli) sendiri dan bukan saduran atau plagiat, serta bersedia menerima sanksi; mengembalikan semua bentuk penghargaan yang diterima apabila surat pernyataan yang dibuat ternyata (diketahui) tidak benar.

“Naskah cerpen, surat pernyataan, biodata dan identitas diri dikirim ke alamat: Panitia Lomba Penulisan Cerita Pendek Tingkat Nasional Krakatau Award Tahun 2018 ke alamat email: bidangkelembagaandisparprov@gmail.com paling lambat tanggal 23 Juli 2018 jam 24.00 wib,” kata dia.

Karya para pemenang 1, 2, 3, dan 10 (sepuluh) nominasi selain mendapatkan uang, juga akan dibukukan. “Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

Para pemenang lomba juara 1 mendapatkan uang tunai sebesar Rp3.500.000, juara 2 (Rp2.500.000), juara 3 (Rp1.500.000), dan 10 karya nominasi mendapatkan uang Rp250 ribu. “Selain itu akan mendapatkan sertifikasi, buku cerpen.

Namun, untuk juara 1, 2, dan 3 dijadwalkan diundang untuk memperoleh hadiah dan mendapat akomodasi saat di Lampung,” ucap Linda didampingi Kasi Kelembagaan Dinas Pariwisata Lampung, Syaiful Irba Tanpaka. (*/red)




Terpopuler