{{ message }}

Kisah Lahirnya Hashtag di Media Sosial

Selasa, 1 Mei 2018 - 07:51:50 AM | 604 | Gadget

Kisah Lahirnya Hashtag di Media Sosial

 

INILAMPUNG.COM - Orang yang biasa menggunakan media sosial pasti sudah kenal dengan hashtag atau berita pagar (tagar). Alat ini digunakan jutaan orang di semua platform media sosial.

Namun, konsep penandaan grup media sosial atau topik dengan hashtag ini yang patut mendapatkan kredit hanya satu orang, Chris Messina.

Dia seorang desainer produk, bekerja di Silicon Valley selama lebih dari satu dekade. Ide membuatnya ketika ia menjalankan perusahaan konsultan internet tahun 2007.


"Ada sekelompok kecil kami di San Francisco menggunakan jaringan sosial awal disebut Twitter. Kami berpikir Twitter membutuhkan semacam kerangka pengorganisasian grup," katanya, dikutip dari NBC, Selasa (1/5/2018).

Dia mendapat ide menggunakan hashtag dari ruang obrolan Internet yang semula simbol pound di depannya. Dia memutuskan menuangkan ide tersebut ke Twitter. Semula, perusahaannya pesimis dengan idenya itu.

Dia tidak menyerah. Sebagai gantinya, meminta temannya untuk mencoba hashtag. Pada bulan Oktober 2007, seorang temannya men-tweet kebakaran di San Diego. Chris meminta menambahkan #sandiegofire ke tweet-nya.

Dan itu tidak butuh waktu lama bagi orang lain untuk mulai menggunakan tagar yang sama.

"Fakta bahwa orang lain benar-benar mencontohnya selama kebakaran itu memberi saya perasaan bahwa ini benar-benar berhasil. Ternyata banyak orang ingin suara mereka didengar dan berpartisipasi dalam percakapan global," katanya.

Idenya mendapat sambutan, pada tahun 2009 Twitter menambahkan opsi bagi pengguna untuk mencari hashtag.

Ketika Instagram diluncurkan tahun 2010, pengguna mulai menandai foto dengan hashtag seperti #nofilter atau #yolo. Facebook mengadopsinya tahun 2013.

Hashtag memiliki pengaruh luar biasa pada pemilihan presiden AS 2016 dengan tag seperti #imwithher, #MakeAmericaGreatAgain, #lockherup, dan #feelthebern.

"Saya tidak membuat ide ini untuk Twitter. Saya membuatnya untuk internet dan saya ingin siapa pun yang dapat menulis teks di internet dapat berpartisipasi dalam percakapan global," ujar Chris. (aja)



Terpopuler