{{ message }}

Empat Menteri akan Hadiri Rakor Kadin di Lampung

Jum'at, 11 Mei 2018 - 07:01:16 AM | 1078 | Bisnis

Empat Menteri akan Hadiri Rakor Kadin di Lampung
Ketua Kadin Lampung, M Kadafi. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM--Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Barat Kadein se-Indonesia, 13-14 Mei 2018 di Lampung.

Menurut Ketua Kadin Lampung, M Kadafi, rakor itu akan dihadiri Ketua Kadin Pusat Rosan P. Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Basuki, Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat, Hadi Muljono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdaganggan Enggartiasto Lukita.

Pada bagian lain, Kadafi mengatakna, pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN, negara-negara anggotanya berlomba memperluas kegiatan ekonomi. Dengan prioritas menggundang investasi dan menghilangkan hambatan arus barang.


Menghadapi hal itu, kata dia, Indonesia perlu memperkuat integrasi ekonomi domestik, meningkatkan daya saing global, baik dari sisi SDM, skala usaha, maupun produk dan jasa.

Untuk Lampung, bahan baku yang berasal dari hasil bumi sangat melimpah dan berkualitas. Misalnya, kopi, kakao, lada, sawit, karet, kelapa, cengkeh, dan jagung. "Namun bahan baku yang berkualitas banyak yang diekspor dalam bentuk barang mentah dan kembali ke Indonesia menjadi barang olahan dan jadi," katanya.

Karena itu, Kadin Lampung berkomimen mengembangkan sektor riil dan mendorong pelaku usaha UMKM membikin produk olahan bernilai tambah untuk mendongkrak daya saing. Kakao, misalnya. Bagaimana kakao tidak diekspor dalam bentuk biji namun diolah menjadi batangan cokelat atau snack coklat, begitu juga dengan kopi, lada, jagung, dan kelapa sawit.

Menurut Kadafi, Kadin lampung akan mendorong lahirnya seribu pengusaha dari Lampung setiap tahun agar mampu bersaing pada era MEA dan menyongsong bonus demografi 2035.

"Kita tidak perlu mempunyai nuklir untuk menjadi negara adidaya. Sebagai negara agraris cukup dengan menguasai 25 persen pasar pangan dunia, kita sudah pasti menjadi negara yang digdaya," katanya.

Munir A. Haris, pemilik NU Cofee, sebagai pengusaha mengah kecil, mengharapkan Kadin Lampung melakukan pembinaan terhadap UMKM agar menghasilkan produk olahan berkualitas ekspor. Sehingga Indonesia menjadi tuan rumah pada era MAE. (*/ilc-1).




Terpopuler