{{ message }}

Banyak Aktivitas Fisik saat Bekerja Tak Berarti Sehat

Selasa, 15 Mei 2018 - 02:18:17 AM | 444 | Sex & Kesehatan

 Banyak Aktivitas Fisik saat Bekerja Tak Berarti Sehat

 

INILAMPUNG.COM - Kebanyakan orang tiap harinya sangat sibuk dengan pekerjaan dan kepentingannya sendiri. Semua itu ditunjang dengan aktivitas mobilitas memanjakan, tanpa harus bergerak banyak, seperti menggunakan mobil atau kereta.

Karena itu, sebagian besar dari kita gagal untuk menjalankan 150 menit latihan bergerak yang direkomendasikan dalam seminggu.

Tidak cukup berolahraga dikaitkan masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes bahkan beberapa bentuk demensia.


Namun, penelitian baru diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, para peneliti mengatakan, tidak semua gerakan sama. Bahkan, mereka menemukan beberapa aktivitas fisik dikaitkan dengan risiko kematian lebih tinggi.

Pieter Coenen, peneliti kesehatan kerja di VU University Medical Center di Belanda, dan rekan-rekannya menganalisis 17 studi menyelidiki efek aktivitas fisik terkait pekerjaan. Studi ini melibatkan lebih 193.000 pria berbagai tingkat pekerjaan yang menuntut fisik.

Coenen menemukan bahwa mereka yang paling aktif secara fisik pada pekerjaan memiliki risiko kematian lebih tinggi 18 persen lebih cepat dibandingkan dengan orang dengan pekerjaan yang kurang aktif.

Hasilnya mungkin tampak bertentangan dengan semua data yang mendokumentasikan manfaat latihan, tapi Coenen mengatakan studi tersebut berfokus pada aktivitas fisik waktu luang.

"Kami pikir aktivitas fisik di tempat kerja dan selama waktu luang adalah dua jenis latihan yang sangat berbeda dengan hasil fisiologis yang berbeda sebagai hasilnya," katanya.

Sementara orang-orang yang berolahraga untuk rekreasi umumnya tetap aktif selama sekitar satu jam dan dapat beristirahat ketika mereka merasa lelah, orang-orang dengan pekerjaan fisik yang sangat menuntut sering melakukan tugas-tugas padat karya yang sama selama berjam-jam, dengan sedikit istirahat.

Aktivitas fisik sedang dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah hanya cukup untuk memperkuat jantung dan sistem kardiovaskular.

Tapi, aktivitas fisik yang intensif terkait pekerjaan yang menuntut fisik justru bisa menjadi beban, bukan manfaat pada hati. "Orang yang sangat aktif bekerja menghabiskan delapan jam sehari untuk aktif," kata Coenen.

“Mereka mungkin mendapat istirahat yang sangat terbatas; denyut jantung dan tekanan darah mereka secara konsisten tinggi sepanjang hari. Itu bisa mengarah pada kebalikan dari apa yang sehat untuk jantung, yaitu menekan sistem kardiovaskular."

Di atas itu, katanya, orang dengan pekerjaan yang menuntut fisik mungkin tidak mendapatkan jenis latihan bermanfaat bagi mereka, karena menganggap aktivitas di tempat kerja sudah cukup.
"Orang-orang ini mengalami masalah ganda, karena tidak mendapatkan manfaat dari aktivitas waktu luang dan terpapar pada risiko aktivitas fisik di tempat kerja," kata Coenen.

“Apa yang saya harapkan secara umum ada keseimbangan lebih baik antara aktivitas fisik kerja dan waktu luang,” kata Coenen.

“Kita dapat mencoba mengurangi jumlah aktivitas fisik di tempat kerja, atau mencoba menambah lebih banyak istirahat untuk mengurangi intensitas aktivitas fisik secara keseluruhan pada pekerjaan. Satu hal yang bisa dilakukan juga adalah mendorong para pekerja lebih aktif secara fisik selama waktu senggang mereka,” katanya. (aja)



Terpopuler