{{ message }}

Arsene Wenger Tinggalkan Warisan Terbaik untuk Arsenal

Senin, 14 Mei 2018 - 01:41:23 AM | 1127 | Olahraga

Arsene Wenger Tinggalkan Warisan Terbaik untuk Arsenal
Arsene Wenger usai memberikan pidato perpisahan (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Arsene Wenger meninggalkan lapangan untuk terakhir kalinya sebagai manajer Arsenal, usai kemenangan timnya 1-0 saat tandang melawan Huddersfield, pada hari terakhir musim Liga Primer Inggris.

Tiga gelar liga, tujuh Piala FA, dan dua penghargaan Manajer of the Year, menjadikan pelatih asal Prancis itu salah satu manajer paling sukses di jagat sepakbola Inggris. Dampak kekuasaan Wenger di klub London selama 22 tahun jauh melampaui torehan perak.

"Wenger bukan hanya pelatih sepak bola. Dia orang yang tahu sebelum para pemain. Itulah sebabnya dia mampu memengaruhi kehidupan banyak orang secara positif," kata mantan pemain internasional Nigeria Nwankwo Kanu, yang membantu Wenger memenangkan dua gelar liga, dikutip dari Al Jazeera, Senin (14/5/2018).

Di antara banyak hal yang akan menentukan warisan Wenger setelah ia keluar adalah perannya membangun pemain Afrika di garis depan sepakbola Inggris.

Ketika Wenger tiba di London tahun 1996 mengambil alih Arsenal, tidak ada satu pun pemain Afrika di skuad tim pertama dari salah satu dari lima tim teratas liga utama.

Tiga tahun kemudian, Wenger menetapkan rekor transfer untuk pemain Afrika, membayar 4,5 juta poundsterling untuk Kanu. Total, ia memiliki 16 pemain Afrika selama melatih Arsenal.

"Itu adalah langkah simbolis," kata Gary Al-Smith, penulis sepakbola Afrika.

Dia menambahkan, langkah Wenger membeli pemain depan Nigeria juga membantu mengubah sikap di Inggris terhadap pemain Afrika.

Sebelum Kanu tiba, Inggris ada pendapat bahwa pemain Afrika yang tipikal besar dan kuat, hanya cocok menjadi pemain bertahan atau gelandang bertahan. Kanu berbeda. Dia tinggi, kurus, dan pemain berbakat secara teknis.

Tim Wenger yang terbesar adalah Invincibles setelah memenangkan liga 2003-04 tanpa kehilangan permainan.

The Invincibles memiliki deretan pemain internasional dari berbagai benua. Misalnya, ada Kanu, Lauren dan Kolo Toure dari Pantai Gading.

Jeremie Aliadiere, pemain depan Prancis kelahiran Aljazair adalah bagian skuad itu dan ingat "selama era tak terkalahkan. "Tiap pertandingan yang kami lakukan, kami tahu kami tidak akan kalah - dan Wenger adalah bagian besar dari kepercayaan diri itu," katanya.

Al-Smith menambahkan, Wenger membuat semua orang percaya pemain Afrika bisa diandalkan dan bisa membantu memenangkan gelar.

Kepercayaan Wenger pada pemain Afrika dapat ditelusuri kembali ke waktunya melatih klub Prancis Monaco di mana ia menemukan salah satu permata sejati sepakbola dunia, George Weah.

Mantan striker yang sekarang presiden Liberia, didatangkan oleh Wenger pada tahun 1992.

Weah menjadi satu-satunya orang Afrika yang dinobatkan pemain terbaik dunia, dan memuji Wenger untuk membantunya meraih kesuksesannya.

Meskipun tampil mengecewakan di lapangan di tahun ini, Wenger masih menurunkan warisan Afrika-nya. Pada bulan Januari lalu, ia mendatangkan pemain Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang dari Borussia Dortmund.

Wenger telah meninggalkan Arsenal dengan inti bakat Afrika utuh, termasuk Mesir Mohamed Elneny dan Nigeria Alex Iwobi, selain Aubameyang.

Wenger mengatakan dia ingin terus bekerja, dan kepergiannya dari Arsenal tidak berarti kontribusinya terhadap perkembangan sepakbola Afrika akan berhenti.

Dia adalah pria yang sangat bergairah dan masih lapar untuk sukses. Kita tidak akan terkejut melihatnya di klub lain memenangkan piala musim depan. (aja)




BERITA LAINNYA

Terpopuler