{{ message }}

"Waria" Bakal Jadi Polemik Serius di Atletik

Jum'at, 27 April 2018 - 10:17:06 AM | 1086 | Olahraga

Atlet wanita di cabang lari gawang (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Seorang ilmuwan terkemuka badan atletik internasional (IAAF) berpendapat dalam lima atau 10 tahun ke depan, atlet wanita tapi memiliki tenaga seperti pria ata "waria", bakal menjadi polemik serius.

Stéphane Bermon, kepala departemen kesehatan dan sains IAAF, dikutip dari Guardian, Jumat (27/4/2018), mengatakan, dia berpendapat itu dalam kapasitas pribadi. "Perasaan saya publik belum siap untuk ini. Kami tidak ingin menstigmatisasi atlet. Kita juga harus mempertimbangkan kepekaan agama dan budaya," katanya.

Komentar Bermon muncul setelah IAAF menerbitkan aturan baru yang mengharuskan wanita berkadar testosteron tinggi mengambil pil untuk menurunkannya di bawah lima nanomoles per liter jika mereka ingin bersaing secara internasional pada lomba lari jarak mulai dari 400m hingga 1.000 meter.

Aturan mulai berlaku 1 November 2018, atlet wanita yang tidak mematuhi aturan tapi memenuhi syarat untuk bersaing, bisa ikut kompetisi non-internasional atau klasifikasi pria.

"Kami memiliki banyak atlet dengan kondisi seperti ini. Bukan hanya satu atau dua orang yang Anda dengar di media. Dalam atletik wanita elit, jumlah atlet intersex adalah 140 kali lebih banyak daripada yang mungkin Anda temukan pada populasi wanita normal," katanya.

Presiden IAAF Sebastian Coe mengatakan, aturan baru itu semata-mata untuk memastikan kondisi yang sama untuk semua atlet.

“Seperti banyak olahraga lainnya, kami memilih untuk memiliki dua klasifikasi -lomba pria dan wanita. Kita harus jelas kriteria kompetisi untuk kategori ini. Bukti dan data kami menunjukkan bahwa testosteron, baik yang diproduksi secara alami atau secara artifisial dimasukkan ke dalam tubuh, memberikan keuntungan kinerja yang signifikan pada atlet wanita," ujarnya. (aja)

 




BERITA LAINNYA

Terpopuler