{{ message }}

UU ITE Jadi Momok Menakutkan Masyarakat

Selasa, 17 April 2018 - 11:50:22 AM | 269 | Hukum

UU ITE Jadi Momok Menakutkan Masyarakat
Ilustrasi (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Saat ini Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terutama Pasal 28, dinilai menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Karena, begitu mudahnya mengaitkan semua persoalan ujaran di internet atau media sosial ke ranah hukum.

Masyarakat demikian mudahnya tersinggung dan membawa persoalan seperti itu ke ranah hukum. Pasal 28 UU ITE mengatur antara lain, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, UU ITE awalnya dibuat untuk pengaturan informasi dan elektronik, bukan ujaran kebencian.

"Hukum pidana pilihan terakhir jika cara dan hukum lain tidak efektif. Jangan apa-apa sedikit-sedikit UU ITE," kata Yusril, dilansir dari Tempo, Selasa (17/4/2018).

Ia minta kepolisian sebelum memproses laporan ujaran kebencian mengundang kemudian meminta pendapat ahli soal UU ITE.

Yusril juga menanggapi pernyataan Amien Rais kemudian dilaporkan ke polisi. "Ucapan soal partai Allah dan partai setan itu tidak mengandung ujaran kebencian. Istilah yang digunakan Pak Amien hal biasa dalam dunia politik," katanya. (aja)

Amien Rais dilaporkan oleh Organisasi Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya pada Ahad, 15 April 2018. Amien dituding menyebarkan ujaran kebencian dan penistaan agama dalam pernyataannya tentang partai Allah dan partai setan. (aja)




BERITA LAINNYA

Terpopuler