{{ message }}

Satu dari Tiga Orang di Dunia Hirup Udara Kotor

Selasa, 17 April 2018 - 01:28:31 AM | 177 | Seni & Budaya

Satu dari Tiga Orang di Dunia Hirup Udara Kotor
Ilustrasi (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Lebih dari 95 persen populasi dunia menghirup udara tidak aman atau kotor, dan beban paling berat dirasakan warga miskin. Kesenjangan makin lebar antara-negara, dan negara tercemar dan paling tercemar meningkat cepat.

Kota kini rumah bagi mayoritas orang di dunia, terutama di negara-negara berkembang. Di pedesaan, risiko polusi udara terjadi di dalam ruangan karena pembakaran bahan bakar padat.

Satu dari tiga orang di seluruh dunia menghadapi risiko menghirup udara tidak aman di dalam maupun luar ruangan.


Laporan itu disampaikan Health Effects Institute, berdasarkan temuan data satelit dan pemantauan yang memperkirakan jumlah orang terpapar udara tercemar di atas tingkat sesuai standar World Health Organization (WHO) PBB.

Dikutip dari Guardian, Selasa (17/4/2018), paparan ini membuat polusi udara menjadi penyebab kematian tertinggi keempat secara global, setelah tekanan darah tinggi, diet, merokok, dan risiko kesehatan lingkungan.

Pembakaran bahan bakar padat seperti batu bara atau biomassa di rumah untuk memasak atau pemanasan berdampak terhadap 2,6 miliar orang pada tahun 2016.

Polusi udara dalam ruangan juga dapat memengaruhi kualitas udara di daerah sekitarnya, efek ini berkontribusi terhadap satu dari empat kematian akibat polusi di India dan hampir satu dari lima di China.

Bob O'Keefe, wakil presiden lembaga itu mengatakan, kesenjangan udara paling tercemar di dunia dan yang paling tidak tercemar sangat mencolok. Negara-negara maju telah melakukan langkah-langkah solusinya, tapi negara berkembang makin tertinggal karena mengejar pertumbuhan ekonomi.

"Sekarang ada kesenjangan 11 kali lipat antara daerah paling tercemar dan paling tidak tercemar. Sistem pengendalian pencemaran udara masih tertinggal di belakang pembangunan ekonomi (di negara-negara miskin)," katanya

Emisi transportasi menjadi perhatian. Bahan bakar diesel penyebab utama polusi udara di beberapa negara kaya. Tapi, di negara-negara miskin, bensin sama buruknya seperti diesel. jutaan kematian per tahun. (aja)

 



Terpopuler