{{ message }}

PBB: Militer Myanmar Perkosa Wanita Muslim Rohingya

Minggu, 15 April 2018 - 09:51:33 AM | 263 | Seni & Budaya

PBB: Militer Myanmar Perkosa Wanita Muslim Rohingya
Wanita Muslim Rohingya (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Ada sekitar 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar, di antarnya menjadi sasaran tindakan kekerasan seksual pasukan bersenjata di negara itu. Demikian laporan terbaru Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres.

Laporan Guterres akan dibahas Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (16/4/2018). Staf medis internasional dan lainnya di tempat penampungan di Bangladesh, telah mendokumentasikan banyak dari pengungsi menanggung luka fisik dan psikologis akibat serangan brutal seksual.

Guterres, seperti dikuti dari Guardian, Minggu (15/4/2018), mengatakan, serangan itu diduga dilakukan pasukan bersenjata Myanmar.


"Ancaman luas dan penggunaan kekerasan seksual merupakan bagian integral dari strategi ini, melayani untuk mempermalukan, menteror dan secara kolektif menghukum komunitas Rohingya, sebagai alat yang diperhitungkan untuk memaksa mereka melarikan diri dari tanah air mereka dan mencegah mereka kembali," katanya.

Guterres mengatakan "pembersihan etnis dalam kedok operasi pembersihan dibuka di negara bagian Rakhine utara".

"Kekerasan telah dilakukan terhadap wanita, termasuk wanita hamil, yang dilihat sebagai penjaga dan penyebar identitas etnis, serta pada anak-anak muda, yang mewakili masa depan kelompok," kata Guterres.

Laporan Guterres muncul ketika Myanmar pada hari Sabtu memulangkan keluarga Rohingya pertama dari para pengungsi yang melarikan diri ke Bangladesh. (aja)

 



Terpopuler