{{ message }}

Jumlah Lebah Berkurang, Kualitas Panen Global Terancam

Jum'at, 13 April 2018 - 09:35:56 AM | 262 | Bisnis

Jumlah Lebah Berkurang, Kualitas Panen Global Terancam

 

INILAMPUNG.COM - Bisnis global dikhawatirkan berisiko dan bakal kekurangan bahan baku karena penurunan kualitas panen. Sebuah laporan baru memperingatkan bahwa salah satu penyebab masalah itu karena jumlah lebah di seluruh dunia berkurang, di antaranya menghadapi kepunahan.

Sekitar tiga perempat tanaman di seluruh dunia bergantung pada penyerbukan. Semuanya dapat terancam karena lebih dari sepertiga spesies lebah dan kupu-kupu liar menghadapi kepunahan, demikian studi bersama PBB, Universitas East Anglia, dan Universitas Cambridge.

Produsen global seperti Asda, Body Shop, Mars, dan Pepsico, belum tahu tindakan yang harus diambil menghadapi ancaman seperti itu. Karena belum diketahui jenis tanaman dan wilayah yang rentan akibat penurunan penyerbuk seperti lebah.


"Peran penyerbuk berperan besar bagi tanaman, baik itu sebagai pengusir hama kecil seperti untuk kakao. Atau pengusir tupai untuk kelapa," kata Jos van Oostrum, direktur di perusahaan pembuat cokelat, Mars, dikutip dari AP, Jumat (13/4/2018).

Kakao, bahan penting dalam produksi cokelat, berisiko khusus akibat menurunnya jumlah lebah dan spesies lain yang membantu menyebarkan serbuk sari.

Risiko kekurangan bahan mentah tidak hanya membuktikan tantangan untuk produksi makanan, juga sumber bahan untuk produk kecantikan.

"Pentingnya penyerbukan untuk bahan baku alami makin menjadi prioritas bagi kami," kata manajer Body Shop, Francesca Brkic.

PBB juga menyerukan kebijakan industri baru yang melindungi seranga penyerbukan. Hewan ini ditempatkan sebagai pengaman bahan baku dan rantai pasokan. (aja)



Terpopuler