{{ message }}

Arinal Djunaidi: Lahan Pertanian di Lampung Harus Dijaga

Minggu, 29 April 2018 - 02:46:24 AM | 244 | Pileg

Arinal Djunaidi: Lahan Pertanian di Lampung Harus Dijaga
Cagub Lampung nomor urut tiga Arinal Djunaidi di Fakultas Pertanian Unila. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menerapkan peraturan daerah guna menjaga agar tidak terjadi alihfungsi lahan pertanian.

Provinsi Lampung memiliki 3,5 juta hektare lahan dengan 2,5 juta hektare lahan pertanian dan 457 hektare irigasi. "Sumber daya manusia di kabupaten masih lemah. Petani harus diberdayakan. Artinya kita kedepankan ekonomi kerakyatan," ungkap Cagub Lampung nomor tiga ini dalam bedah visi misi di Fakultas Pertanian dengan tema Menanggapi Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kedaulatan Pangan Lampung, Minggu, 29 April 2018.

Mantan Sekretaris Provinsi Lampung ini akan menjadikan pertanian sektor unggulan di Lampung. "Ke depan Insyaallah rakyat Lampung Berjaya karena sektor pertanian. Tidak ada unggulan lain di Lampung kalau tidak dari sektor pertanian. 1,436 juta per 35 ribu adalah kawasan hutan, Pak Sutono bisa bantu saya di dinas walaupun sekarang nyalon juga gak apa-apa tapi tetap bersahabat, dia tetap mengakui saya senior," ujarnya.


Lalu yang kedua, lanjut dia, 457 ribu hektare itu adalah irigasi pendek sawah, lahan kering 1,3 juta hektare. "Inilah yang perlu kita lakukan tata kelolanya dengan baik. Selebihnya adalah bangunan perumahan," terangnya.

Menurutnya, menjaga lahan pertanian agar tidak berubah dengan pertanian berkelanjutan. "Bagaimana caranya 457 ribu hektare ini kita bisa pertahankan karena apa, biaya irigasinya sampai sekarang belum lunas. Nah, ini harus semua kita sepakat bagaimana pertanian berkelanjutan melalui peraturan daerah dan peraturan pemerintah. Bila perlu kita undang-undangkan ini yang akan saya perjuangkan. Sehingga lahan sawah tidak berubah menjadi gedung, burung walet dan sebagainya," ujarnya.

Arinal yang berpasangan dengan Chusnunia juga mengakui bahwa Provinsi Lampung memiliki tanah yang subur karena karunia Allah. "Karena bagaimana pun juga ini karunia allah untuk Lampung. Lampung tidak punya batubara, tidak punya minyak. Tetapi begitu bagusnya lahan kesuburannya," bebernya.

Ke depan, lanjut Arinal, bagaimana caranya Lampung bisa terpandang di Indonesia dengan kemajuan teknologi dengan ketersediaan sumber daya alam yang masih bisa dipertahankan. "Sehingga industri di bidang pertanian bisa kita lakukan. Karena yang saya hadapi saat ini bahwa pertanian itu masih bersifat biji, bisa bersifat baku. Nah, ini akan kita lakukan setengah jadi dan menjadi nilai tambah para petani. Industri harus hadir disini sehingga dapat menambah tenaga kerja dan nilai tambah pendapatan para petani sekaligus kita juga bisa mempertahankan swasembada pangan," paparnya.

Masih kata dia, Lampung ini sangat strategis di tengah-tengah antara pulau Jawa dan Sumatera dan dipandang menjadi penyangga pangan DKI. "Lampung ini lumbung pangan, lumbung ternak dan bahkan komoditas tertentu seperti kopi dan kakao sudah mendunia. Kalau dilihat tidak ada masalah tapi IPMnya rendah se Sumatera. Tingkat kemiskinan juga menjadi termiskin ketiga di Sumatera. Lha yang miskin itu siapa. Saya mengembangkan program Kartu Petani Berjaya yang akan memberikan kepastian benih bermutu, bibit bermutu, dan pupuk yang tersedia tepat waktu. Kita juga berikan juga bantuan permodalan kepada petani sebesar Rp20 juta," urainya.

Arinal menambahkan terakhir juga dikhawatirkan petani akan mengalihkan lahannya. "Maka saya akan memberikan beasiswa kepada anak petani yang diterima di fakultas pertanian. Bagaimana caranya supaya tidak beralih fungsi dengan pertanian berkelanjutan. Kita juga harus berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional agar lahan pertanian tidak dialihkan untuk yang lain," tutupnya.

Bedah visi misi juga mengundang paslon lain namun hanya dihadiri oleh Arinal Djunaidi dan Sutono selaku calon wakil Gubernur Lampung nomor dua serta Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Irwan Sukri Banuwa. Acara yang berlangsung selama dua jam ini juga dipandu oleh Yoso Muliawan selaku redaktur surat kabar harian Tribun Lampung. (rls)




Terpopuler