{{ message }}

Kota-Kota Ini Nyatakan Kematian Adalah Ilegal

Rabu, 14 Maret 2018 - 12:33:43 PM | 242 | Travelling

Kota-Kota Ini Nyatakan Kematian Adalah Ilegal
Kota Longyearbyen, Norwegia (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM - Di mana di dunia ini kematian dinyatakan sebagai ilegal? Ada beberapa kota di dunia mengeluarkan larangan seperti itu sejak tahun 1999. Jika ada yang melanggarnya akan didenda tinggi.

Di Italia, Sellia merupakan kota berbukit dengan nuansa abad pertengahan. Warganya hanya ada 537 orang, itu juga sebagian besar berusia atas 65 tahun. Sebagai tanggapan krisis demografinya, Wali Kota Davide Zicchinella menandatangani Ordinanza 11 yang melarang untuk sakit kematian di kotanya.

"Secara hukum, saya tidak bisa (melarang kematian) secara langsung. Tapi, niat saya adalah melawan kematian. Mereka yang tidak menjaga diri mereka sendiri, atau mengambil kebiasaan melawan kesehatan mereka, akan dihukum dengan pajak lebih banyak." kata Davide Zicchinella, dikutip dari The Guardian, Rabu (14/3/2018).

Kota di dunia lainnya yang melarang kematian Cugnaux (sejak tahun 2007) dan Sarpourenx (2008) di Prancis. Biritiba Mirim di Brazil (2005), Lanjaron di Spanyol (1999), dan Falciano del Massico (2012), juga di Italia.

Larangan itu umumnya disebabkan kehabisan ruang untuk pemakaman. "Kami memiliki masalah sangat buruk," kata Philippe Guérin, Wali Kota Cugnaux.

Guérin ingin membangun sebuah pemakaman baru di lahan yang tidak terpakai dekat lapangan terbang lokal, namun tidak dapat persetujuan dari prefektur (setara otoritas lokal Prancis).

Pada abad 5 SM, Thucydides mencatat bahwa kematian dilarang di pulau suci Delos. "Semua makam orang-orang yang telah meninggal di Delos digali," tulis Thucydides, "dan diproklamasikan bahwa di masa depan, tidak ada kematian atau kelahiran diizinkan di pulau ini."

Gagasan serupa di Jepang di pulau Itsukushima, kematian atau kelahiran dilarang sampai tahun 1868. Di sana tidak ada pemakaman atau rumah sakit.

Hal sama di Longyearbyen, di pulau Arktik di Norwegia, Spitsbergen. Larangan berlaku sejak tahun 1950, setelah diketahui mayat yang dikubur tidak membusuk karena suhu dingin. Saat ini, orang yang mendekati kematian di Longyearbyen diterbangkan ke daratan untuk hari-hari terakhir mereka. (aja)



Terpopuler