{{ message }}

Dunia Makin Sesak, Perumahan Akan Jadi Masalah Krusial

Senin, 12 Maret 2018 - 11:33:55 AM | 424 | Properti

Dunia Makin Sesak, Perumahan  Akan Jadi Masalah Krusial

 

INILAMPUNG.COM - Pada akhir abad ini, populasi dunia diperkirakan meningkat setengahnya - berarti ada penambahan sebanyak 3,6 miliar orang. Menurut PBB, populasi global diperkirakan mencapai lebih dari 11,2 miliar pada tahun 2100, naik dari populasi saat ini yang diperkirakan pada akhir 2017 menjadi 7,6 miliar. Dan jumlah ini dianggap sebagai "medium growth".

Peningkatan jumlah ini akan berdampak pada infrastruktur dan pembangunan, belum lagi tekanan sumber daya material. Dengan populasi global yang meningkat sebesar 45 juta per tahun, muncul kenaikan permintaan makanan, air, dan bahan lainnya. Dan tak bisa dikesampingkan adalah kebutuhan perumahan.

Seperti dikutip dari The Conversation, Senin (12/3/2018), ukuran rumah tangga rata-rata bervariasi signifikan di berbagai negara. Menurut PBB, tren terkini selama 50 tahun terakhir menunjukkan penurunan ukuran rumah tangga.


Di Perancis, ukuran rumah tangga rata-rata turun dari 3,1 orang pada tahun 1968 menjadi 2,3 pada tahun 2011. Sementara tingkat kesuburan negara tersebut turun dari 2,6 menjadi 2,0 kelahiran hidup per perempuan.

Populasi penduduk yang semakin menua, terutama di negara maju, menyebabkan pergeseran demografis dalam kebutuhan perawatan di masa depan. Juga berarti orang tinggal di rumah mereka sendiri lebih lama, yang memengaruhi siklus perumahan yang ada mulai tersedia setiap tahun.

Salah satu perubahan yang paling ditandai adalah peningkatan rumah tangga satu dan dua orang di Inggris dan negara maju lainnya.

Statistik yang diterbitkan National Records for Scotland, misalnya, mengungkapkan pengaruh demografi yang berubah ini, dengan permintaan rumah tangga di masa depan meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan penduduk.

Di Inggris, antara sekarang dan 2041, populasi diperkirakan meningkat sebesar 16 persen, dengan proyeksi pertumbuhan rumah tangga sebesar 23 persen, menghasilkan 7 persen perbedaan permintaan.

Karena orang hidup lebih lama dan rumah tangga satu dan dua orang meningkat, jumlah rumah tangga masa depan yang dibutuhkan meningkat lebih cepat daripada populasi. Pada tahun 2014, isu perkotaan situs CityLab menjuluki situasi "detik-detik bom rumah tangga di dunia".

Karena semakin banyak negara berkembang memberikan infrastruktur dan kemajuan yang serupa dengan negara maju, ukuran rumah tangga akan menurun, menempatkan permintaan yang lebih besar pada pasokan perumahan baru.

Jadi, jika perbedaan antara permintaan rumah tangga dan pertumbuhan penduduk terjadi secara global sekitar 7-8 persen selama 80 tahun ke depan, ini akan memerlukan tambahan 800 juta rumah.

Mengambil rata-rata rumah tangga tiga orang global (1,2 miliar rumah) ditambah dengan 8 persen faktor demografi total populasi global selama periode tersebut menghasilkan kebutuhan lebih dari dua miliar rumah baru pada akhir abad ke-21.

Memenuhi permintaan

Permintaan saat ini dan masa depan untuk perumahan baru memaksa pemerintah mendorong inovasi lebih lanjut dalam konstruksi "offsite" - prefabrikasi - untuk mempercepat pasokan perumahan baru.

Isu ketersediaan bahan untuk memenuhi permintaan pembangunan dua miliar rumah baru menekankan perlunya negara-negara memanfaatkannya seefisien mungkin material yang tersedia.

Kebijakan pemerintah yang mendorong disain bangunan baru yang berkelanjutan untuk memaksimalkan penggunaan kembali di masa depan, mengurangi emisi karbon dan mengelola sumber daya dengan baik akan sangat penting.

Selama 30 tahun ke depan, negara-negara yang mempromosikan kebijakan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan penyediaan perumahan baru akan lebih cenderung menghindari masalah dalam sumber material dan kenaikan harga.

Persediaan perumahan sekarang menjadi topik hangat dan strategi kebijakan. Di seluruh dunia ini akan segera menjadi isu paling mendesak yang dihadapi pemerintah abad ini. (aja)



Terpopuler