{{ message }}

Dinsos Pringsewu Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional

Sabtu, 10 Maret 2018 - 04:13:27 AM | 419 | Sex & Kesehatan

Dinsos Pringsewu Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional
Sosialisasi JKN kepada petugas SLRT dan Puskesos. (inilampung.com/tyo).

INILAMPUNG.COM - Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu menyosialisasikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada petugas sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) dan petugas pusat kesejahteraan sosial (puskesos).

Kegiatan yang berlangsung pada Jum'at (9/3) di SD Negeri Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran itu bertujuan mencapai target Universal Health Coverage (UHC).

Kegiatan itu dibarengi dengan sosialisasi BPJS Kesehatan kepada masyarakat guna menumbuhkan kerjasama antara SLRT/Puskesos dan BPJS Kabupaten Pringsewu.


Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Sosial Pringsewu Arif Nugroho beserta jajaran, Kepala BPJS Kesehatan Pringsewu Imam Subekti beserta jajaran, seluruh SDM SLRT dan Puskesos, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Kepala Pekon Jatiagung dan Pamenang serta masyarakat setempat.

Arif Nugroho mengatakan informasi tentang keberadaan SLRT dan Puskesos kepada masyarakat dan menekankan kembali kepada seluruh petugas/SDM SLRT untuk lebih berperan aktif sesuai dengan tugas masing-masing.

Juga mengharapkan kepada seluruh petugas SLRT, Puskesos dan PSM untuk ikut mendukung memberikan sosialisasi kepada masyarakat di sekitarnya tentang BPJS maupun SLRT. "Semoga adanya hubungan yang erat antara SLRT dengan BPJS, akan memberi peran petugas SLRT/Puskesos dan PSM menjadi sangat strategis dalam mewujudkan Desa Mandiri JKN,"harap Arif Nugroho

Sedang Imam Subekti memaparkan tentang manfaat dan fungsi gotong royong dalam kepesertaan BPJS bagi masyarakat. "Melalui PJS Kesehatan selain sebagai alat proteksi diri dan jaminan dalam hal kesehatan juga sebagai ladang amal dan ibadah untuk membantu masyarkat lain dengan kepesertaan mereka dalam BPJS," ujarnya.

Dia juga menyampaikan mengenai target UHC yakni untuk melidungi dan memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat di bidang kesehatan.

Selanjutnya Imam Subekti mensimulasikan pemanfaatan dana iuran masyarakat untuk subsidi silang bagi masyarakat yang tidak mampu serta memperkenalkan aplikasi JKN berbasis android yang bisa dimanfaatkan oleh semua orang dalam ber BPJS.

Menurutnya, melalui sosialisasi tersebut pihak BPJS mengharapkan akan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan diri dan keluarganya sehingga akan segera terwujud Desa Mandiri JKN.

"Saya berjanji kan memberikan apresiasi kepada pihak Pekon yang berhasil mewujudkan Desa Mandiri JKN. Maka kepada seluruh aparat Pekon dan stake holder lainnya dapat mendukung program Desa Mandiri JKN ini," ujarnya. (tyo/ilc-1).

 



Terpopuler