{{ message }}

Turis Australia Garap Sawah dan Main Voli di Brajaharjosari

Selasa, 13 Februari 2018 - 08:04:26 AM | 381 | Travelling

Turis Australia Garap Sawah dan Main Voli di Brajaharjosari
Wisatawan asing asal Australia berwisata menanam padi di Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur. (inilampung.com/ist).

INILAMPUNG.COM - Desa Wisata di Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur, untuk kesekian kali kedatangan wisatawan asing.

Pada Selasa (13/2/2018) ini, sepuluh warga Australia berwisata ke desa wisata yang berbatasan dengan Taman Nasional Waykambas.

Setelah berkunjung ke Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Waykambas, wisatawan asal Negeri Kanguru itu lalu melanjutkan perjalanan wisata ke Desa Brajaharjosari. Mereka akan menikmati budaya dan keindahan alam desa selama dua hari.

Tiba di Desa Brajaharjosari pada Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Rombongan langsung diboyong menuju rumah warga yang telah dipoles menjadi rumah singgah atau home stay untuk menginap.

Tanpa menunggu waktu lama, orang Australia itu lalu diajak jalan-jalan ke Pasar Abu Naim, pasar tradisional yang berdiri bersamaan dengan berdirinya desa transmigrasi Brajaharjosari.

Setelah berbelanja berbagai pernik, buah-buahan dan makanan tradisional, wistawan itu diajak singgah ke perajin tungku. Mereka tidak hanya melihat-lihat, tetapi juga diajak membuat produk tradisional yang biasa digunakan warga untuk memasak.

Sebelum menikmati makan siang, para wisatawan diajak menyadap karet di perkebunan warga yang terletak di ujung desa. Orang Australia ini terlihat asing dengan cara menghasilkan getah karet. Namun, mereka tetap antusias mengikutinya.

Momen yang seringkali membuat wisatawan antusias, saat diajak pergi ke sawah untuk menanam padi. Sebelum ke sawah, mereka diminta mengenakan sarung untuk wisatawan laki-laki, sedang yang perempuan diminta memakai kain panjang atau selendang.

Setelah siap, sambil mengenakan caping anyaman bambu, kesepuluh orang bule itu menuju sawah yang sudah diberi garis kotak-kotak seperti papan catur.

Tanpa terlihat risi, mereka lalu turun tanpa alas kaki menginjak lumpur sawah. Sambil membawa bibit padi, mereka mengikuti petunjuk pemandu wisata tentang bagaimana cara menanam padi. Ambil beberapa batang bibit lalu ditancapkan pada setiap sudut garis.

Meski mereka tak bisa menutupi keterkejutan sebagai manusia modern akan melakukan tradisi desa yang tentu saja asing buat mereka. Namun, warga Australia itu tampak antusias. Tawa dan canda terus berlangsung selama menanam padi.

Menjelang malam, para turis kembali ke home stay. Agenda berikutnya, pada malam ini, mereka akan makan malam di dermaga yang terletak di pinggi kawasan wisata desa. Lokasi ini berbatasan langsung dengan kawasan hutan Waykambas. Di sini mereka akan makan malam sambil membakar ikan, jagung, atau ubi.

Agenda hari kedua, wisatawan akan diajak berkunjung ke sekolah di desa setempat. Lalu, mengunjungi rumah perajin jamur tiram, kemudian memetik buah naga dan jambu krital.

Puncak dari sajian wisata Desa Brajaharjosari, para wisatawan asing itu akan diajak menyaksikan kesenian Bali di Dusun Gunungagung. (furqon)



Terpopuler