{{ message }}

Sujiwo Ajak Kembali ke Puisi

Kamis, 8 Februari 2018 - 11:40:15 AM | 165 | Seni & Budaya

Sujiwo Ajak Kembali ke Puisi
Sujiwo Tejo di HPN 2018 Padang Sumatera Barat. (inilampung.com/ist)

INILAMPUNG.COM- Seniman serbabisa Sujiwo Tejo mengajak kembali ke puisi, karena pada puisi ada nilai-nulai yang dapat menyatukan berbagai perbedaan dalam bangsa.

Dia menyatakan itu pada penutupan Parade Baca Puisi Wartawan Indonesia sempena Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Rabu (7/2) malam.

Dikatakannya, ketika perbedaan ideologi dan lainnya tak bisa diselesaikan dengan dogma yang ada, maka puisi dapat berperan menyatukan.


"Karena itu harapan saya, jangan tinggalkan puisi. Dan puisi harus tampil memersatukan perbedaan-perbedaan," tegas wartawan senior yang pernah bertugas di Kompas itu.

Parade baca puisi wartawan Indonesia itu dihadiri para wartawan yang penyair, di antaranya Deni Kuria, Isbedy Stiawan ZS, Kunni Masrohanti, ibnu Hajar, Pinto Janir, Bambang Widiatmoko, Endang Werdiningsih, Asril Koto, dan lain-lain.

Pada kesempatan itu Sujiwo Tejo juga menembangka puisinya.

Parade baca puisi wartawan Indonesia sekaligus peluncuran antologi puisi para wartawan bertajuk "Pesona Ranah Bundo" yang berisi puisi karya para wartawan itu, disambut antusias para pekerja pers.

Kegiatan baca puisi para wartawan di sela HPN diharap bisa bersinambung.

"Bagaimana dari kegiatan ini, kita lanjut dengan membentuk perhimpunan wartawan yang penyair. Komunitas ini bergiat memberi apresiasi ke masyarakat," kata Pinto Janir dari Bukittinggi.

Sementara Isbedy Stiawan ZS dari Lampung, dari komunitas wartawan yang penyair itu tidak diikat oleh satu organisasi profesi wartawan.

"Jadi dari organisasi mana pun, kalau ia wartawan yang juga penyair bisa bergabung. Dari sini kita menyuarakan pentingnya halaman sastra, khususnya puisi, di halaman media massa (koran atau majalah).

Hal itu mengingat, sambungnya, sudah banyak media koran yang menutup halaman sastra karena dianggap tidak bisa memberi masukan kepada perusahaan.

"Anggapan ini mesti diluruskan, nah itulah tugas para wartawan yang peduli pada sastra (puisi)," kata Isbedy.

HPN di Padang sudah memulai dengan menerbitka buku puisi para wartawan. Selain perlu ditradisikan juga ada gagasan lain dari komunitas ini.(ilc-1)



Terpopuler